Terlibat Peredaran Narkotika, Oknum Pegawai Lapas dan 3 Napi Diringkus BNNP Malut

Konferensi Pers BNNP Maluku Utara Mengungkap Kasus Narkotika Melibatkan Oknum Pegawai Lapas dan Napi di Lapas Kelas II A Ternate

TERNATE, MALUTTODAY.com – Diduga terlibat peredaran Narkotika, golongan I jenis Amphtamine (Sabu) dengan berat bruto 96.78 gram, Oknum pegawai Lapas kelas II A Ternate, berinisial IK (37)  di ringkus petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku Utara. Selain IK petugas juga mengaman pelaku lainya yang berinsial RR (53), Al (31) AR (44).

Adapun barang bukti (BB) Narkotika yang berhasil disita petugas BNNP 1 plastik bening seberat Bruto + 96.78 gram diduga Narkotika jenis Sabu (Metamfetamina). 1 kantung plastik warna merah, 1 Baju Kaos Reebok lengan pendek Warna Putih, 1 Nomor Resi Pengiriman JP0929781983, 1 unit HP Redmi warna Biru Navy + Simcard 081245302768, 085297653013, 1 unit HP Vivo warna Hijau Tosca + Simcard 082310424151, 1 unit HP Oppo warna Hitam + Simcard 082297283089 dan 1  unit HP Samsung warna Biru Navy + Simcard 082286268510.

Penangkapan terhadap empat tersangka bermula pada hari Jumat 15 Maret, pukul 07.00 Wit 2024, Tim BNNP Malut mendapatkan Informasi dari masyarakat bahwa ada paket yang diduga Narkotika golongan 1 jenis Sabu dititipkan ke kapal dari Manado tujuan Ternate.

Pada Pukul 12.00 Wit Tim mendapatkan Informasi bahwa paket Narkotika yang akan diantarkan ke salah satu pegawai Lapas Kelas IIA Ternate yang berinisial IK di rumah dinasnya yang beralamat di Kelurahan Jambula, Kecamatan Pulau Ternate.

“Tim bergerak dari pelabuhan langsung menuju rumah dinas tersangka IK dan mengamankan tersangka saat menerima paket. Paket tersebut rencananya, akan di antar ke RR (target operasi) yang merupakan warga binaan Lapas Klas II A Ternate,”ungkap Kepala BNNP Malut, Brigjen (Pol) Dani Darmapala dalam keterangan persnya, Kamis (4/4/2024)

Dani mengatakan berdasarkan hasil penelusuran, petugas pemberantasan  BNNP Malut terungkap selain oknum pegawai juga ada keterlibatan warga binaan lapas.

“Dari hasil penelusuran petugas terungkap juga warga binaan AR dan AL adalah warga binaan yang diketahui merupakan penghubung peredaran gelap Narkotika jalur Medan-Ternate,” sebutnya

Atas perbuatan tersebut, tersangka RR, AL, dan AR dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) atau Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 55 ayat (1) Undang – Undang Republik Indonesia No. 35 Tahun 2009

Tentang Narkotika, dalam hal perbuatan memiliki, menguasai, menyediakan, atau Menjual narkotika golongan 1 bukan tanaman yang beratnya melebihi 5 (lima) gram, pelaku dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 6 (enam) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun.

Kemudian tersangka IK dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) atau Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 127 ayat (1) Undang – Undang Republik Indonesia No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, dalam hal perbuatan menerima, menguasai, menyerahkan atau menggunakan Narkotika golongan I jenis Shabu beratnya lebih dari 5 (lima) gram, pelaku di Pidana penjara paling singkat 5 (enam) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *