Pengontrol Kiriman Narkotika Jakarta – Ternate Dibekuk, BNNP Malut Amankan 20.57 gram Sabu

Foto Bersama Konferensi Pers pengungkapan Kasus Narkotika di BNNP Maluku Utara

TERNATE, MALUTTODAY.com – Badan Narkotika Nasional Provinisi (BNNP) Maluku Utara meringkus seorang warga berinisial BP (32) karena diduga terlibat peredaran narkotika. BP merupakan pengontrol kiriman paket berisi narkotika Jakarta Ternate, sekaligus pengedar di wilayah Maluku Uara.

BP di tangkap petugas BNNP saat menerima paket narkotika golongan I jenis Amphtamine (Sabu) dengan berat bruto 20.57 gram, dari jasa ekspedisi di Bacan Kabupaten Halmahera Selatan, dari keterangan pelaku meliki jalur hubungan dengan jaringan dari Jakarta AS dalam DPO.

Kepala BNNP Malut, Brigjen (Pol) Dani Darmapala dalam keterangan persnya, Kamis (4/4/2024)mengungkapan penangkapan berawal dari informasi masyarakat pada hari Sabtu tanggal 10 Februari 2024 adanya pengiriman narkotika melalu Jasa Pengiriman ke Kecamatan Jailolo.

Selanjutnya Pada hari Minggu tanggal 11 Februari 2024 Petugas Pemberantasan melakukan koordinasi dengan pihak jasa pengiriman dan melakukan pemantau aktivitas TSK yang akan mengambil paket. Tim Berantas berangkat ke Bacan bersama-sama Kurir J&T Expers untuk mengawal  barang penerima paket tersebut dan mengkonfirmasi pemilik barang tersebut dengan dibantu pihak jasa pengiriman.

“Pada saat tersangka menerima paket dari pegawai jasa pengiriman tim berantas langsung meringkus dan mengamankan tsk BP dan paket barang yang diduga berisi narkotika gol. I jenis Sabu dan selanjutnya TSK diminta untuk membuka paket di Polsek Bacan dan diamankan Narkotika Gol. I jenis Sabu seberat Netto + 20,57 gram,”kata Brigjen (Pol) Dani Darmapala.

“Barang bukti narkotika Dua sachet diduga Narkotika Gol. I Jenis Sabu seberat netto + 20.57 Gram diduga Narkotika jenis Sabu (Methamphetamine). Selain itu petugas juga mengamankan Barang Bukti Non narkotika satu pasang sepatu warna Hitam, satu lembar Nomor Resi Penerima “JD0369752870” Jasa Pengiriman J&T, Penerima Ariyani Hi. Hasan ,” tambahnya

Tersangka BP dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) atau Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, dalam hal perbuatan menerima, memiliki Narkotika golongan I bukan tanaman yang beratnya melebihi 5 (lima) gram, pelaku dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 6 (enam) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *