Komisi IV DPRD Malut Soalkan Informasi Miring, Kadikbud Imran Beri Tanggapan

TERNATE, MALUTTODAY.com – Komisi IV DPRD Provinsi Maluku Utara (Malut) memanggil Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadikbud) Malut, Imran Yakub dalam rapat.

Rapat yang dipimpin Jasmin Rainu dan dihadiri beberapa anggota Komisi IV ini berlangsung panas di Sekretariat DPRD Malut, Gedung Eks Mandiri Ternate. Senin (13/11/2023) sore tadi.

Dalam rapat tersebut, anggota Komisi IV DPRD meminta berbagai keterangan terkait penataan pendidikan, baik program yang akan datang dan evaluasi terhadap program di tahun 2023.

Ruslan Kubais salah satu anggota Komisi IV DPRD dalam rapat sempat melayangkan pernyataan terkait berbagai informasi miring yang menjadi sorotan publik saat ini.

“Informasi miring ini berkaitan dengan pengangkatan dan pelantikan saudara Imran Yakub sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara,” ujar Ruslan.

Ruslan pun meminta arsip amar putusan Mahkamah Agung tentang pengembalian Imran Yakub sebagai pejabat tinggi pratama di lingkup Pemprov Malut, karena tak terbukti bersalah dalam kasus dugaan korupsi.

Menurut Ruslan, dirinya mengungkit ini lantaran dinilai bahwa sangat penting sebab berkaitan dengan meluruskan informasi miring tentang adanya kejanggalan dalam pelantikan Imran.

Belum selesai Ruslan menyampaikan, Imran selaku Kadikbud lantas memotong, membuat Ruslan geram lalu menggebrak meja, untung cepat di lerai oleh pimpinan rapat.

Ruslam tegaskan jika tak berikan arsip amar putusan Mahkamah Agung, maka pihaknya akan melaporkam ke KASN, apalagi pelantikan Imran sebagai Kadikbud tanpa melalui assesment.

Politisi Nasdem ini juga mempertanyakan pembayaran gaji guru honorer daerah (Honda) dan data guru PPPK, karena terdapat perbedaan data antara kepegawaian dan Dikbud Malut.

Ruslan menambahkan bahwa tidak ada inovasi baru yang disampaikan oleh Kadis dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Malut, karena yang disampaikan merupakan masalah teknis yang sebelumnya sudah ada.

Ruslan mempertegas kualitas dan mutu pendidikan di Malut, menyangkut sarana pendidikan berupa komputer, penetapan zonasi serta gejolak pergantian Kepsek.

Kadikbud Malut, Imran Yakub (foto: Rifdi)

Menanggapi hal ini, Imran Yakub selaku Kadikbud Malut mengatakan bahwa dirinya ketahui panggilan rapat Komisi IV pada sekitar jam 2 siang Senin tadi, dan ia ingin sekali rapat.

“Jadi saya tadi sekitar jam dua lewat mendapatkan undangan, tapi saya sangat berterima kasih dan pengen sekali, karena saya selalu menjaga hubungan dengan mitra kita di DRPD,” ujar Imran saat dikonfirmasi usai rapat.

Menurut Imran, bukan hanya di Komisi IV tapi DPRD secara keseluruhan yang itu adalah mitra pihaknya di eksekutif. Sehingga dirinya ketika dapat undangan itu buru-buru cepat datang.

Imran menjelaskan, dalam undangan itu dirinya lihat bahwa pihaknya diminta untuk memberikan keterangan terkait data-data rencana program kerja tahun 2024 dan evaluasi program 2023.

Namun Imran menjawab bahwa karena ia baru pertama masuk kantor pada Senin ini, sehingga ia belum mendapatkan informasi karena baru sekedar berkenalam dengan staf di kantornya.

“Jadi saya tadi karena baru masuk kantor pertama kali, saya berkenalan dengan staf-staf di kantor sambil memberi nasehat terhadap staf agar bisa menjaga kedisiplinan kerja,” ucapnya.

Imran mengungkapkan bahwa selain beri nasehat dirinya juga sampaikan ke staf agar aset-aset yang ada di Ternate harus dikembalikan semua ke Sofifi.

“Saya juga sudah sampaikan ke kabid GTK untuk buat penertiban guru honda dan P3K serta guru honorer yang dibayar melalui dana BOS, karena saya takut jangan sampai adanya tumpang tindih disitu,” ungkap Imran.

Sementara dikonfirmasi mengenai permintaan data, Imran mengaku karena jam 2 baru mendapatkan undangan rapat maka ia belum sempat memberikan data yang diminta DPRD.

“Tapi semangat saya bahwa saya harus buru-buru ketemu mitra itu intinya, soal kita berbeda data itu soal biasa karena sama-sama kita punya niat baik untuk benahi,” ucap Imran.

Bernada apresiasi, Imran katakan bahwa Komisi IV punya niat besar untuk membenahi pendidikan di Malut dan ia mengakui bahwa sangat butuh semua dukungan.

Disinggung terkait nada keras dan gebrakan meja, Imran tambahkan bahwa itu hanya euforia dan hal biasa atau dinamika di dalam rapat ketika penyampaian berbeda itu biasa saja.

“Dan kita di kawasan orang timur hampir begitu berbeda dan besar di suara akan tetapi hatinya satu dan tidak sampai ke hati,” kata Imran.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *