Madrasah Rausan Fikir Maba Tengah Gelar Diskusi Publik Perkuat Nilai Kebudayaan

HALTIM, MALUTTODAY.com – Masih dalam suasana HUT Proklamasi Kemerdekaan RI, Madrasah Rausyan Fikir (MRF) Maba Tengah menggelar kegiatan diskusi publik. Bertempat di Desa Babasaram Kecamatan Maba Tengah Kabupaten Halmahera Timur (Haltim). Rabu (30/8/2023).

Diskusi publik MRF ini membedah tema “Warisan Budaya dan Inspirasi Kemerdekaan”, yang berlangsung antusias dihadiri puluhan masyarakat setempat dengan tiga narasumber, yakni Kabawi Mistis Waldi Musa dan Rusmin Hasan. Serta Julfian Hi Usman sebagai pembanding.

Koordinator MRF Maba Tengah Sulfan Kiye menuturkan, bahwa MRF adalah komunitas atau rumah baca yang dipelopori oleh salah satu toko pemuda di Desa Babasaram bernama Darwis Dogu. Kurang lebih 3 tahun sudah berdiri.

“Diskusi publik dengan tema yang diusung tentang warisan kebudayaan, inspirasi kemerdekaan ini terlaksana atas kolaborasi antara MRF dengan pemerintah desa dan pemuda-pemudi setempat,” ujar Sulfan kepada wartawan media ini.

Menurut Sulfan, Kabupaten Haltim ini dapat dikatakan sudah begitu jauh dari nilai-nilai kebudayaan dan nilai agama, sebab dunia digital yang mendominasi kehidupan remaja membuat remaja lupa posisinya sebagai manusia, dan makhluk sosial yang akan berinteraksi dengan manusia lain disekitarnya.

“Manusia bukan benda bergerak di layar Handphone yang tidak punya hati nurani. Perihal ini harus diberikan pemahaman kepada remaja di Kabupaten Halmahera Timur,” ucap Sulfan.

Sulfan menjelaskan, untuk atasi perolahan ini maka pembinaan Islam dan penanaman nilai-nilak kebudayaan yang intensif kepada masyarakat Haltim khususnya di Kecamatan Maba Tengah akan dapat bersikap dan memperlakukan orang lain sesuai dengan tuntunan syariat Islam dan budaya.

“Masyarakat Halmahera Timur utamanya kaum muda, harus paham dan amalkan adab kepada orang tua, guru, sebaya, dan yang lebih muda dari dia,” tegas Sulfan.

Sulfan menyebutkan, karena Kabupaten Haltim dikenal dengan nilai humaniora yang sangat luar biasa, yaitu Ngaku re rasai Budi Re Bahasa sopan re hormat akal re wulo kimtait faref moi. Nilai-nilai ini yang mestinya dijaga oleh generasi anak cucu di Kabupaten Haltim.

Sulfan bilang meski diskusi ini pertama yg diselenggarakan oleh rumah baca MRF, dan tidak akan berhenti sampai disini. Kegiatan semacam ini akan terus MRF buat dilain waktu, mengingat Haltim saat ini mengalami krisis kebudayaan

“Jangan sampai nilai-nilai kebudayaan kita akan ditenggelamkan seiring berjalannya waktu. Oleh karena itulah MRF hadir atas kerisauan berbagai macam bentuk problem kebudayaan yang terjadi di seluruh wilayah kabupaten Halmahera Timur,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *