Operasi SAR Longboat Tenggelam Diperairan Halmahera Barat resmi Ditutup, Dua Korban Dinyatakan Hilang

Operasi Longboat Tenggelam resmi di tutup

“Upaya pencarian sudah dilakukan dari titik diduga tenggelamnya longboat yaitu di perairan Halmahera Barat hingga perairan Ternate sampai ke perairan Tidore namun korban tidak ditemukan,”

HALBAR, MALUTTODAY.com – Setelah 7 hari operasi pencarian terhadap dua korban longboat yang tenggelam diperairan Halmahera Barat, secara resmi dihentikan. Kedua korban atas nama Rendy Haya (25), Eko (35) dinyatakan hilang, Sabtu, (26/8/2023), sementara korban yang di temukan selamat dalam peristiwa tersebut yakni Alten Kanari (48), Merdy Dedene (27), Boy Malik (40).

“Tim SAR gabungan telah berupaya semaksimal mungkin dalam operasi pencarian namun hingga hari ke tujuh, dua korban belum dapat ditemukan dan dinyatakan hilang,”ujar Kepala Basarnas Ternate, Fathur Rahman

Fathur mengatakan dihari ke 7 pencarian dimulai pukul 07.30 WIT. Hingga sore hari pukul 18.00 WIT. Namun hasil masi nihil.

“Upaya pencarian sudah dilakukan dari titik diduga tenggelamnya longboat yaitu di perairan Halmahera Barat hingga perairan Ternate sampai ke perairan Tidore namun korban tidak ditemukan,”jelasnya

“Koordinasi dan Pemapelan juga telah di sampaikan ke instansi terkait serta Kapal dan nelayan yang melintas di area kejadian. Apabila melihat maupun menemukan korban agar segera melaporkan ke Basarnas,”sambungnya

Tim SAR Gabungan pun sudah berkoordinasi dengan Agen kapal serta keluarga korban dengan menyampaikan bahwa operasi SAR sudah dilakukan sesuai SOP Basarnas yaitu selama tujuh hari dan sudah tidak efektif lagi .

“Keluarga pun telah mengikhlaskan dan berterimakasih kepada Tim SAR Gabungan,”ucap fathur

Selanjutnya Tim SAR Gabungan melaksanakan debrifing dan Evaluasi dengan kesimpulan 3 orang korban selamat dan 2 orang korban dinyatakan hilang.

“Seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing dengan ucapan Terima kasih,”tuturnya

Unsur Terlibat dalam operasi sar diantaranya Basarnas Ternate, Kodim 1501/Ternate, Ditpolairud Polda Malut, BPBD Kabupaten Halbar, Koramil 1501-04/Sahu, Babinsa Desa Todahe, Bhabinkamtibnas Polsek Sahu, Masyarakat Desa Baru, Masyarakat Desa Todahe Dan Keluarga Korban.

Seperti diketahui sebelumnya, pada tanggal 20 Agustus 2023 pukul 22.00 WIT, longboat berangkat dari Desa Baru menuju Ternate, Kemudian pada pukul 23.30 WIT longboat korban terhantam ombak dan terbalik.

Pada tanggal 20 Agustus 2023 pukul 09.00 WIT, 3 korban ditemukan terapung di laut oleh speed rute Jailolo – Ibu dalam keadaan selamat di perairan Desa Todahe. Hingga saat ini 2 korban lainnya masih belum ditemukan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *