Cegah Radikal Terorisme, FKPT Malut, Gelar Camping Keberagaman Kolaborasi Untuk Damai Beragama di Sekolah

Camping Keberagaman "Berkolaborasi Untuk Damai Beragama di Sekolah" dalam pencegahan radilak terorisme dengan kampanye damai beragama dan pembuatan video bahan ajar melalui FKPT Maluku Utara

TERNATE, MALUTTODAY.com – Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Maluku Utara, bersama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggelar Camping Keberagamaan bertajuk “Berkolaborasi untuk Damai Beragama di Sekolah” dalam pencegahan radikal, terorisme dengan kampanye damai beragama dan pembuatan video bahan ajar dengan melibatkan 50 peserta dari berbagai guru satuan pendidikan di tingkat PAUD hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) Sederajat yang bertempat di Asrama Haji Kelurahan Ngade Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate, Rabu (9/8/2023).

Tujuan kegiatan dalam rangka untuk menjalin keakraban yang lebih kuat diantara para guru lintas agama, lintas bidang studi, dan lintas jenjang pendidikan, serta membekali pemahaman anti radikal dan terorisme kepada para guru agar mampu mencegah penyebaran pemahaman radikal terorisme disekolah dan lingkunganya.

Ketua FKPT Maluku Utara, Hasbi Pora, mengatakan terjalinnya komunikasi dan koordinasi antara BNPT, FKPT dengan Pemerintah Daerah dan para pengelola lembaga pendidikan dalam rangka melakukan upaya-upaya pencegahan penyebaran paham radikal terorisme.

“Para guru memiliki daya imun dan mampu melakukan kontra pemahaman terhadap paham radikal terorisme, Karena lembaga pendidikan menjadi terlindungi dari pengaruh penyebaran paham radikal terorisme, sehingga bagi guru tenaga pendidikan dapat menerapkan kepada anak didik disekolah,”ujar Hasbi dalam sambutanya,

Maluku Utara, terdapat banyak suku dan bahasa, yang dibingkai melalui semboyan marimoi ngone futuru, yang bermakna bahwa kebersamaan menjadikan kuat dalam mewujudkan kedamaian.

“Dalam bidang pendidikan ada hal penting yang perlu kita perhatikan, seperti anak yang masih labil dalam pemahaman agama, untuk itu guru perlu membina dengan pemahaman agama yang baik,”sambungnya

Perwakilan Guru Sekolah Tingkat Paud, SD, SMP/ SMA/ Sederajat

Sementara itu Asisten III Setda Provinsi Maluku Utara, Asrul Gailea, mewakili Gubernur Maluku Utara, menyampaikan camping Keberagaman yang dilaksanakan tidak berakhir disini, karena nilai-nilai kebersamaan dalam keberagaman yang membuat kita kuat, terus digaungkan di semua sekolah di maluku utara, agar generasi emas indonesia dapat hidup berdampingan dengan tidak melihat perbedaan sebagai ancaman namun anugerah yang menjadikan bangsa indonesia tetap jaya.

“Para guru yang baik, wajib untuk mengajarkan anak didik dengan hal yang baik agar kedepan tercipta toleransi yang terawat di maluku utara dan untuk indonesia damai,” kata asrul.

Menurut asrul, faktor kedamaian dan keamanan sebagai faktor budaya yang menjadikan suatu daerah itu aman karena sudah membudaya.

“Guru sebagai ujung tombak pendidikan nasional memiliki peran strategis dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, dengan memiliki semangat kebangsaan yang tinggi dan rasa cinta terhadap NKRI,”tandasnya

Kegiatan Camping Keberagaman di tutup dengan Pembacaan Deklarasi Damai Guru Provinsi Maluku Utara dan  Pembakaran Api Unggun. (***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *