Paus Sepanjang 10 Meter Terdampar di Pantai Seli Tidore

Bangkai paus sperma yang terdampar di Pantai Seli Tidore.

TIDORE, MALUTTODAY.com – Warga Kelurahan Seli Kota Tidore Kepulauan digegerkan dengan terdamparnya seekor ikan paus sperma sepanjang 10 meter lebih di pantai Seli.

Ikan tersebut ditemukan warga pada Senin (12/6/2023) sekitar pukul 16:40.

Setelah itu warga melaporkan kepada petugas untuk dilakukan evakuasi karena kondisi ikan yang sudah membusuk dan menimbulkan bau tidak sedap.

Instasi yang terkait seperti Satwas SDKP Ternate, DKP Maluku Utara, DKP Tidore Kepulauan, dan masyarakat Kelurahan Seli Kota Tidore Kepulauan sama sama melakukan evakuasi.

Penananganan dilaksanakan pada hari Selasa 13 Juni 2023 Jam 08.30 WIT tim Loka PSPL sorong, Satwas SDKP Ternate dan DKP Maluku Utara menuju lokasi.

Data yang dihimpun media ini, tim langsung melakukan pemeriksaan bangkai Paus Sperma oleh Satwas SDKP Ternate, Loka PSPL Sorong, DKP Malut dan DKP Tidore, dan ditemukan fakta paus sperma ini jarak moncong ke pangkal ekor sepanjang 10 meter dengan lingkar tubuh melalui pangkal sirip samping 7 meter.

Kondisi kematian Paus Sperma yaitu Kode IV yakni kondisi mati membusuk tingkat lanjut. Ekor Dalam Kondisi Membusuk dan Perut sudah membusuk dan mengeluarkan Bau namun perut belum pecah.

Bangkai dimusnahkan dengan cara penananganan dekomposisi alami yakni dibiarkan mengurai sendiri karena lokasi di sekitar area terdampar tidak terdapat lokasi yang memungkinkan untuk penguburan.

Proses penanganan dengan cara dekomposisi alami hanya bisa dilakukan di lokasi Pulau Mare dengan jarak dari lokasi terdampar ke Pulau Mare sekitar 3 mil.

Petugas dibantu warga saat membawa bangkai paus sperma untuk didekomposisikan.

Proses evakuasi bangkai Paus Sperma dilakukan dengan bantuan dari masyarakat nelayan di Kelurahan Seli dan dibantu oleh 2 kapal bantuan nelayan dari DKP Tidore.

Evakuasi berjalan lancar dan waktu evakuasi ke lokasi dekomposisi alami dilakukan sekitar 3 jam perjalanan atau sejak jam 10.30- 14.40 WIT dengan jarak tempuh 3 Mil dan kondisi cuaca sedikit bergelombang, lokasi dekomposisi alami dilakukan di area mangrove dan bukan kawasan zona ini.

Bangkai Paus Sperma kemudian diikat di sekitar mangrov di Desa Maregam dan jauh dari pemukiman penduduk dan kegiatan masyarakat karna berada di teluk sekitar mangrove dan titik kordinat lokasi dekomposisi alami.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *