Pemprov Apresiasi Pemkab Halteng Teken MoU dengan Investor

Staf ahli Gubernur, Sri Hatari saat menyaksikan penandatanganan MoU.

TERNATE, MALUTTODAY.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara (Malut) beri apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) yang terus berkontribusi dalam mempercepat peningkatan program investasi di Provinsi Malut.

Hal ini disampaikan Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sri Haryati Hatari saat mewakili Gubernur Malut beri sambutan pada acara Momerandum of Understanding (MoU) Penandatangan Kerja Sama antara Pemkab Halteng dan PT. Multi Pola Mahera Grup. Bertempat di Sahid Bela Hotel. Selasa (6/6/2023).

“Pertama-tama saya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah yang telah berkontribusi pada program penting dalam rangka upaya percepatan peningkatan investasi di Maluku Utara,” kata Sri melanjutkan sambutan Gubernur KH. Abdul Gani Kasuba (AGK).

Sri menjelaskan, pertemuan terkait pengembangan investasi di wilayah Kabupaten Halteng sudah dilakukan, dimana pada pertemuan itu membahas mengenai pengembangan Kawasan Pangan Terpadu di Desa Tilope Kecamatan Weda Selatan Kabupaten Halteng.

Menurut Sri, dengan adanya kegiatan penandatangan kerja sama ini semakin memperkuat pelaksanaan peraturan tentang kemitraan antara pemerintah dengan pihak swasta, dimana hal ini menjadi suatu kewajiban untuk segera ditindaklanjuti sehingga Provinsi Malut telah melaksanakan kemitraan antara pemerintah daerah dengan pengusaha lokal.

Sri mengatakan, pada Tahun 2023 Pemprov Malut melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) terus mendorong pelaksanaan program kemitraan investasi yang bertujuan untuk mendorong Usaha Kecil dan Menengah (UKM)

Sri juga beri apresiasi kepada Dinas PTSP Provinsi Malut yang telah bekerja keras mejalankan program dalam upaya melakukan percepatan proses investasi, melalui pemberian pelayanan untuk kemudahan dalam perizinan dan memfasilitasi investor dan calon investor.

“Semoga dengan penandatangan kerjasama ini semakin menumbuhkan komitmen bersama dalam upaya kemitraan percepatan Investasi,” pungkasnya.

Sementara itu, Ikram Malan Sangadji (IMS) selaku Pejabat Bupati Kabupaten Halteng mengatakan, komitmen dan konsistensi pemkab Halteng dalam rangka mengembangkan lahan pertanian yang banyak sekali.

“Coba kita lihat di Maluku Utara ini banyak lahan tidur, dimana tanah disini subur. Bahkan tongkat kayu dan batu pun jadi tanaman, tapi apakah kita pernah melihat kawasan pertanian yang begitu besar yang dibangun oleh pengusaha swasta bekerja sama dengan Pemerintah Daerah,” ujar IMS saat di wawancarai wartawan.

IMS menuturkan bahwa dirinya bersyukur dengan adanya MoU penandatanganan kerja sama antara Pemkab Halteng dengan PT. Multi Pola Mahera Grup, yang menggarap bidang pangan sehingga Kabupaten Halteng tidak hanya dikenal oleh publik dengan industrialisasi nikel saja.

“Supaya Kabupaten Halteng satu saat dikenal dengan pengembangan pangan, yang pasarnya akan didistribusi ke Industrialisasi untuk konsumsi karyawan di pusat pertambangan,” ucapnya bernada optimis.

Tidak hanya itu, IMS mengungkapkan bahwa ini akan digarap secara luas sehingga kawasan pangan ini bukan hanya penuhi kebutuhan di daerah namun akan diekspor keluar, supaya nanti Kabupaten Halteng menjadi sentral produksi pangan di Malut karena secara geografis Kabupaten Halteng berada ditengah-tengah.

“Jika ini berkembang, maka kita juga membuat replikasi di Kabupaten Halmahera Selatan dan Kabupaten Halmahera Timur. Apalagi kita di Kabupaten Halteng sudah ada dukungan PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap),” jelas IMS.

IMS mengajak kepada pihak Perbankan untuk ikut bergabung dalam memberi kredit baik kepada UMKM yang menjaga mitra perusahaan maupun perusahaan, karena kalau pendanaan melalui kredit maka produktifitas akan tinggi sebab orang akan berusaha menutupi kredit melalui produktivitas.

“Kita tidak hanya keterpaduan kawasan saja, akan tetapi keterpaduan dalam pembiayaan program,” ujarnya menutup.

Disaat yang sama, Akhsan Hasan sebagai Direktur PT. Multi Pola Mahera Grup menuturkan, salah satu pangan yang digarap nanti adalah jenis cabe jamu, dimana cabe itu merupakan komoditi tanaman asli Indonesia yang sayangnya hari ini banyak ditanam diluar.

“Tanaman ini sekarang banyak ditanam diluar terutama di Negara Vietnam yang hari ini menguasai pasar dunia. Dan kebutuhan dunia saat ini enam juta ton sebagai bahan baku obat-obatan, sementara Indonesia sebagai Negara penghasil pertama hanya mampu menyumplai 15 sampai 20% dari total kebutuhan dunia,” ungkap Akhsan.

Lanjut Akhsan menjelaskan, jika hal ini berhasil akan maka pihaknya akan kembangkan di Malut dan bahkan di Indonesia Timur. Kedepan jal ini pula akan menjadi komoditi alternatif bagi komditi andalan Malut yaitu Pala Cengkeh Kopra ketika harganya anjlok.

“Usia tanam cabe ini cukup singkat, yakni enam bulan sudah berbuah dan panen perdana. Kabar gembiranya juga tanaman usia produktifnya panjang sekitar tiga puluh tahun. Bahkan kalau dirawat dengan baik maka bisa sampai dengan ratusan tahun, terbukti di Jawa Timur daerah Madura sejak jaman Belanda ditanam sampai sekarang masih dinikmati anak cucunya disana,” kata Akhsan.

Akhsan juga menyebut, kalau cabe jamu ini selain usianya cukup pendek mulai produksi, disisi lain juga buahnya tidak mengenal musim sehingga setiap minggu bisa panen, maka potensinya sangat menjanjikan. Pihaknya yakin jika banyak yang mencari komoditi ini.

“Alhamdulillah untuk mengembangkan ini kami sudah punya mitra, bahkan kami siap ekspor, jadi apabila ada pihak yang membutuhkan bibit dalam jumlah besar bisa kita suplai, kami memberikan bibit misalnya dan buat pendampingan lalu kami juga menjadi penjamin dalam membeli hasil panen masyarakat,” pungkasnya.

Diketahui hadir dalam acara MoU Kerja Sama itu, ialah Asisten II Sri Haryati Hatari, Kadis Pertanian Malut, perwakilan Dinas PTSP Malut, Kabinda Malut, Pejabat Bupati Halteng, Sejumlah Kepala OPD Halteng, Direktur Utama dan Direktur PT. Multi Pola Mahera Grup, Direkrut Bank BPD Malut, perwakilan bank BRI, BNI, BTN, utusan PT. IWIP, urusan PT. Harita Group.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *