Rumah Hendak Digusur, Warga Kalumpang Minta Keadilan di PN Ternate

TERNATE, MALUTTODAY.com – Puluhan warga Kalumpang yang menempati lima bangunan rumah di atas tanah sengketa yang akan dieksekusi atau digusur meminta Keadilan di Pengadilan Negeri (PN) Ternate.

Pasalnya, warga yang tinggal di RT 001, RW 002 Kelurahan Kalumpang Kecamatan Ternate Tengah Kota Ternate ini tidak terima jika masih dalam tahapan sidang, PN Ternate keluarkan Surat Eksekusi.

Rusdian salah satu warga Kalumpang pemilik rumah menuturkan, bahwa putusan mengenai sengketa lahan di lima rumah ini sudah sejak lama sekitar tahun 1997, dimana sudah sampai di tingkat PK dan sudah final.

“Cuma disaat putusan itu kami ini kan tidak tahu, ada pembicaraan antara pemilik tanah yang kami tempati ini dengan kami punya orang tua,” ungkap Rusdian kepada wartawan saat ditemui dikediamannya. Jumat (19/5/2023).

Menurut informasi yang dirinya terima dari keluarganya dan warga disini, memang waktu itu kenapa sampai tidak langsung digusur, karena sudah ada pihak pemilik tanah yang datang membicarakan untuk deal-deal masalah tanah ini.

“Kan dari mereka pihak keluarga pemilik tanah ini sudah tahu, jadi tertunda itu karena sudah ada pembayaran dan deal-deal perjanjian dengan mereka punya orang tua,” katanya.

Bukti kwitansi pembayaran sejak tahun 1976

Dijelaskan, hal ini tidak lagi mencuat sampai dengan tahun 2010 kembali disengketakan dimana anak dari pemilik tanah datang lagi meminta uang kepada warga di lima rumah disini.

“Nah kami ada yang bayar lagi cuma perjanjiannya kami bayar tapi mereka harus bikin kami punya sertifikat supaya kami bayar, dan mereka bilang nanti mereka bikin. Padahal mereka pergi sampai tahun 2021 mereka datang dan buat gugatan,” ucapnya.

Rusdian bilang yang jadi permasalahan adalah pihaknya dan pihak penggugat sudah lakukan pembicaraan sampai ke tingkat pengadilan pada tahun 2021 lalu.

Dimana pembicaraan itu menyangkut dua hal diantaranya jika pihaknya belum membayar lunas maka pihaknya siap bayar. Dan kalau pihaknya dikeluarkan paksa dari rumah maka pihaknya meminta ganti rugi bangunan karena bangunan ini utuh.

“Kalau mereka mau mereka ganti kami punya harga bangunan baru kami keluar, tetapi kalau mereka tidak ganti ya tidak bisa dan kami akan jalani proses hukum,” ucapnya.

Kemarin ini pihak penggugat datang, dimana kami sempat adu argumen. Dan pihak penggugat bilang untuk perdebatan nanti di pengadilan.

“Kami punya gugatan sudah masuk di pengadilan tapi surat eksekusi itu tetap dikeluarkan sementara sidang masih berjalan. Dan kalau mau bilang keadilan dimana itu keadilan kalau sementara sidang masih berjalan mereka menuntut-menuntut harus eksekusi,” tandasnya.

Memang penggugat pemilik tanah yang diberikan kuasa itu sudah tidak mau dari awal, Ia mau eksekusi saja. Dan kalau eksekusi pihaknya tetap bikin perlawanan. Dikarenakan tanah ini sudah ada surat jual beli dari tahun 1967 menggunakan kwitansi dan bermaterai.

Disebutkannya, dalam putusan itu yang disengketakan ini ada sembilan rumah termasuk lahan yang juga dimiliki Royal Resto. Namun sekarang kami pertanyakan tanah yang dimiliki Royal tidak disengketakan, padahal masuk dalam tanah sengketa.

“Kami warga disini minta keadilan, siapa yang mau ikhlas coba untuk kosongkan rumah ini dimana kami sudah tau jika sudah ada pembayaran,” ujarnya.

“Kami punya tanggapan ini kami punya surat perkara ini yang masuk di pengadilan dan sudah terjadwal sampai di bulan Agustus baru selesai itu, dimana kami pertanyakan bagiamana masih dalam tahapan sidang pengadilan keluarkan surat Eksekusi,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *