Ini Langkah Disperindag Malut Antisipasi Kenaikan Harga Bapok

SOFIFI, MALUTTODAY.com – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku Utara (Malut), rupanya telah menyiapkan langkah antisipatif naiknya harga kebutuhan Bahan pokok (Bapok), apalagi memasuki bulan Ramadan.

Yudhitia Wahab, selaku Kepala Dinas Perindag Malut kepada MALUTTODAY.com mengatakan, bahwa berdasarkan pantauan di gudang-gudang distributor Kota Ternate, stok kebutuhan bapok cukup tersedia.

“Sesuai hasil pemantauan di gudang distributor di Kota Ternate, stok barang kebutuhan pokok cukup tersedia, terkecuali beras yang saat ini mengalami kekurangan pasokan,” jelas Yudi nama karibnya, saat dikonfirmasi via WhatsApp, Selasa (21/3/2023).

Menurutnya, untuk memenuhi kebutuhan menjelang puasa ramadan, para distributor maupun pedagang besar mulai menambah stok. Di mana pasokan atau distribusi cukup lancar karena setiap satu minggu kapal melakukan bongkar muat barang.

Kendati demikian, pihaknya pun sudah memprediksi perkiraan harga, di mana hal ini diprediksi berdasarkan harga historis selama satu tahun terakhir, yakni tahun 2022 lalu.

“Di tahun 2022 kemarin, pada hamin 30 dan hamin 1 jelang puasa Ramadan dan lebaran, harga komoditi yang sering alami kenaikan adalah, telur ayam, daging ayam, daging sapi, bawang dan cabe merah yang cukup signifikan,” ungkapnya.

Dia bilang, dari data perbandingan harga bapok bulan Februari akhir dengan Maret minggu ketiga tahun 2023, harga sebagian besar masih stabil, yakni gula pasir dan tepung terigu.

Disebutkannya, sedangkan yang mengalami kenaikan adalah beras fax spesial sekitar 6,25%, cabe nona/rawit merah 3,6%, tomat 20,58%, dan daging ayam kampung (22,95%).

“Kenaikan harga tersebut, karena keterbatasan stok, kemudian panen padi yang belum merata dan terjadi kenaikan harga di sentra-sentra produksi di Pulau Jawa dan Makassar,” sebutnya.

“Sementara komoditi yang mengalami penurunan harga adalah telur ayam broiler dan bawang merah,” kata Yudi.

Dikatakan, maka berdasarkan perkembangan harga di atas, diprediksi harga Bapok akan mengalami fluktuasi harga, di mana ada kenaikan pada beberapa komoditi saja, namun masih dalam batas kewajaran.

Diungkapkan Yudi, permasalahan sehingga harga Bapok baik, karena sebagaian besar pasokan barang kebutuhan di Provinsi Malut di datangkan dari luar daerah yaitu Manado, Makassar, Surabaya, NTB dan Gorontalo.

“Kemudian kondisi cuaca sangat mempengaruhi dalam distribusi atau pasokan kebutuhan pokok ke Maluku Utara,” katanya.

Ditambahkannya, biaya transport pangan melalui kapal laut dan udara mengalami kenaikan sehingga memberatkan pelaku usaha hal ini membawa dampak kenaikan harga barang bahan pokok.

Disamping itu, masih terbatasnya sarana gudang khusus untuk penyimpanan bahan pangan bawang, cabe dll., Sehingga pasokan stok hanya sesuai dengan kebutuhan.

“Harga beras premium, gula pasir, daging sapi dan cabe rawit di pasar rakyat masih di atas harga eceran tertinggi,” sebutnya.

Adapun langkah-langkah antisipasi yang akan dilakukan Disperindag Malut, diantaranya. Melakukan rapat koordinasi dengan distributor pangan serta instansi terkait guna mengantisipasi kelangkaan bapokting dan menjamin ketersediaan suplai bahan pokok.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *