Kinerja Baik di Awal Tahun, Tumbuhkan Optimisme Perekonomian Maluku Utara

media breafing Torang Pe APBN, Kementerian Keuangan Provinsi Maluku Utara, Senin (27/02/2023).

TERNATE, MALUTTODAY.com Memasuki tahun 2023, perekonomian global masih menghadapi tantangan yang berat diantaranya ketegangan politik, menyempitnya ruang fiscal, suku bunga yang tinggi, dan tekanan sektor properti Tiongkok. Namun, di tengah tantangan dan ketidakpastian global, kondisi perekonomian nasional menunjukkan hasil yang sangat baik.

Pemulihan ekonomi nasional masih dalam koridor yang kuat. Pemulihan ekonomi nasional masih dalam koridor yang kuat. Hal ini dapat dilihat dari angka pertumbuhan ekonomi Nasional di tahun 2022 yang tumbuh solid sebesar 5,3% (yoy).

Kinerja ekonomi mencatatakan pertumbuhan positif di seluruh sektor (broad-based) sehingga pemulihan ekonomi dapat merata.  

“APBN menjadi instrumen utama dan strategis dalam mewujudkan pemulihan ekonomi nasional. Hal ini dapat dilihat dari kinerja baik APBN di tahun 2022 yang berlanjut di awal Tahun 2023. Realisasi pendapatan sampai dengan 31 Januari 2023 sebesar Rp 295,11 Miliar atau 8,64% dari target,” ujar Perwakilan Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Maluku Utara, Achmad Syaiful Mujab, dalam acara media breafing Torang Pe APBN, Kementerian Keuangan Provinsi Maluku Utara, Senin (27/02/2023).

“sedangkan belanja telah terealisasi sebesar Rp1.214,36 Miliar atau 7,20% dari pagu APBN, sehingga APBN sampai dengan periode ini mengalami defisit sebesar Rp919,25 Miliar (6,85% dari pagu),”sambunya.

Mujab mengatakan, kinerja pendapatan wilayah Maluku Utara sampai dengan 31 Januari 2023 mengalami kenaikan sebesar Rp119,99 Miliar atau 68,52% (yoy). Kenaikan ini didominasi oleh peningkatan pajak penghasilan non migas sebesar Rp125,20 Miliar atau 140,87% (yoy).

“Pada sisi belanja, realisasi belanja di Provinsi Maluku Utara sampai dengan Januari 2023 untuk Belanja K/L mengalami kenaikan sebesar Rp12,8 Miliar atau 9,43% (yoy). Hal tersebut didukung oleh kenaikan belanja barang dan belanja pegawai masing-masing sebesar Rp8,37 Miliar atau 26,72% dan Rp3,53 Miliar atau 3,90% (yoy). Adapun Belanja TKDD sampai dengan Januari 2023 mengalami peningkatan sebesar Rp126,27 Miliar atau 13,44% (yoy). Peningkatan ini didorong oleh kenaikan realisasi DBH sebesar Rp376,92 Miliar atau 337,24% (yoy),” tandas mujab

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *