Kadis DKP Malut Nilai 2 Kapal Billfish dan Dana Hibah HNSI Tak bermasalah

SOFIFI, MALUTTODAY.com – Abdullah Assagaf, Kepala Dinas (Kadis) Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Maluku Utara (Malut) memberikan keterangan terkait tudingan Ketua Pemuda Solidaritas Merah Putih (PSMP) Provinsi Malut.

Dengan tudingan menyangkut dugaan penyimpangan pengelolaan 2 unit kapal penangkap ikan (Billfish) dan kucuran dana hibah ke Dewan Pengurus Daerah (DPD) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Malut yang sempat diberitakan beberapa hari lalu tidak berdasar

Kadis DKP Malut, Abdullah Assagaf menilai, tudingan yang dilayangkan Mudasir Ishak selaku Ketua PSMP Malut tersebut dianggap tak berdasar. Dikarenakan tidak mengetahui persis akar permasalahannya.

“Pembuatan 2 unit kapal Billfish adalah upaya dukungan dari DKP Malut terhadap pelaksanaan tournament mancing internasional atau Widi Fishing Tournament International (WIFT) yang digelar 2017 silam,” ungkap Abdullah, Selasa (25/1/2023).

Menurutnya, memang kedua kapal itu bukan diperuntukan buat nelayan penangkap ikan, akan tetapi lebih dikhususkan pada kegiatan wisata mancing. Sehingga usai kegiatan WIFT, kedua kapal tersebut rencananya akan diserahkan ke operator pengelola berupa koperasi perikanan atau lembaga
berbadan hukum.

“Ini kita sudah siapkan konsep pengelolaannya, hanya saja kita belum dapatkan operator pengelolaannya berupa koperasi atau lembaga berbadan hukum yang berminat mengelolanya,” ungkap kadis.

Dikatakan Kadis, oleh karena belum ada operator yang berminat, sebagai kadis tentu dirinya menjadi pihak yang paling bertanggung jawab atas keselamatan aset pemerintah berupa kapal yang sudah dibuat.

“Dengan alasan inilah, kedua kapal itu sementara diambil alih serta dikelolah oleh Dinas sambil menunggu pihak operator pengelolaan. Hal ini bila tidak dilakukan maka kedua kapal itu akan tidak terawat dan pasti berdampak pada kerusakan seperti yang dialami pada salah satu kapal yakni Billfish 01,” ungkapnya.

Sedangkan terkait dana hibah ke DPD HNSI Malut, orang nomor satu DKP Malut itu membenarkan adanya pemberian dana hibah kepada organisasi keprofesian yang merupakan mitra kerja DKP Malut.

Di mana bantuan dana hibah itu sengaja diberikanan sebagai bentuk dukungan kerja sama program HNSI dan DKP Malut untuk sektor perikanan.

“Iya benar, kami memang bantu dana hibah ke HNSI. Dana tersebut direalisasi di penghujung tahun 2022 Desember lalu,” kata Abdullah.

Menurutnya, akan tetapi soal pertanggung jawabannya akan diaudit dulu oleh inspektorat sejauh mana peruntukannya, dan itu kita kasih batas waktu ke DPD HNSI sampai di bulan Februari 2023 ini.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.