Gandeng Investor, Gubernur Pastikan Delapan Bulan Kedepan Bandara Loleo “Terbang”

SOFIFI, MALUTTODAY.com – Gubernur Maluku Utara (Malut) K.H Abdul Gani Kasuba rupanya tidak tanggung-tanggung membangun Bandar Udara (Bandara) Loleo.

Komitmen itu ditunjukkan dengan pembangunan yang segera diwujudkan melalui kerja sama dengan Investor.

Diketahui, Bandara bertaraf Internasional yang berlokasi di Desa Aketobololo Kecamatan Oba Tengah, Kota Tidore Kepulauan (Tikep) Provinsi Malut bakal memakan anggaran pembangunan sekitar Rp. 7 Miliar.

Gubernur K.H Abdul Gani Kasuba kepada wartawan mengatakan, bahwa Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo sudah menyetujui pembangunan Bandara Loleo.

“Menteri perhubungan punya pidato resmi waktu itu di depan presiden juga kepada gubernur bahwa Bandara Loleo akan segara dibangun,” ungkap Gubernur Malut, di kantor Gubernur Puncak Gosale, Selasa (24/1/2023).

Menurut orang nomor satu di Malut ini, beberapa hari lalu dirinya berada di Jakarta bertemu dengan para invetor yang mana sudah menjanjikan sekitar tujuh sampai delapan bulan pembangunan bandara bisa selesai dan sudah bisa beroperasi.

“Alhamdulillah beberapa hari yang lalu saya di Jakarta ketemu para investor yang menjanjikan sekitar tujuh sampai delapan bulan sudah bisa terbang,” katanya.

Gubernur menyebutkan, pembangunan Bandara Loleo akan memakan Rp. 6 Miliar atau Rp. 7 Miliar dan dananya milik investor tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), karena tidak mampu membiayai pembangunan.

“Enam sampai tujuh triliun katanya dari investor. APBD tidak karena tidak mampu. Sebab nilainya enam sampai tujuh triliun,” ujarnya.

Meski demikian namu kata gubernur, Insya Allah untuk pembebasan lahan Bandara Loleo itu pihaknya bisa lakukan, akan tetapi pihak investor katakan kalau tidak mampu, maka pihak investor yang bayar sendiri.

Gubernur bilang pihaknya akan meninjau lokasi Bandara Loleo dikarenakan pihak investor dan kementerian akan datang untuk menentukan tentang pembangunan, di mana delapan bulan kedepan bandara yang terbesar di Indonesia Timur ini sudah bisa terbang.

“Akan tinjau lokasi Loleo karena mereka mau datang investor dengan kementerian datang terus menentukan tentang pembangunan. Dan delapan bulan kedepan insya Allah sudah terbang bandara terbesar di Indonesia Timur,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.