Dinilai Lamban Bayar TPP, Nakes Kembali Blokade IGD RSUD CB

TERNATE, MALUTODAY.com – Sudah belasan kali aksi unjuk rasa dilakukan ratusan Tenaga Kesehatan (Nakes) Rumah Sakit Umun Daerah Chasan Boesoerie (RSUD CB), dalam menuntut pemabyaran Hak TTP.

Bahkan luapan keresahan ratusan Nakes hingga berani pada kali kedua memblokade Instalasi Gawat Darurat (IGD), beralamat di Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate, Sabtu (21/1/2023).

Nampaknya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara (Malut) terkesan tak miliki solusi lain selain melakukan pinjaman di Bank Maluku Malut untuk membayar TTP pegawai RSUD CB yang tertunggak selama 15 bulan itu.

Lihat saja, solusi pinjaman yang diambil tersebut dinilai lamban mengatasi polemik yang terjadi di internal RSUD CB sampai saat ini. Sehingga, para tenaga kesehatan (Nakes) ini, tak henti-hentinya melayangkan tuntutan pemboikotan pelayanan kesehatan

Di mana seuai amatan media ini, aksi pemboikotan menyandera akses IGD RSUD CB sekitar pukul 07.00 WIT, para Nakes menduduki RSUD CB hingga pukul 10:00 WIT.

Selain itu, terlihat sejumlah dibumbuhi berbagai macam tulisan, di antaranya menyebutkan “TTP (Tempat Perkumpulan Perampok) Saham Dewas), Copot Sekda Malut, Nyaranin Pemrov Malut Telah 1Mati, AGK Pambafoya”.

Plt. Direktur RSUD CB, dr. Alwia Assagaf, ketika dikonfirmasi prihal pembayaran TPP lewat pinjaman bank menampik, enggwn beri jawaban, Ia malah lebih sesali sikap nakes melakukan pemboikotan layanan yang terjadi hari ini.

“Yang jelas jangan tutup pelayanan, itu haknya mayarakat. Kalau boleh mohon pengertiannya. Untuk pinjaman bank nanti dibicarakan,” katanya

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Malut (Dinkes), dan juga sebagai Dewan pengawas (Dewas) RSUD CB, dr. Idhar Sidi Umar, menyebutkan awal pemicu tertunggaknya TPP, diakibatkan kurang adanya keterbukaan dari pihak management.

“Sekarang kita lagi berupaya menyelesaikan mereka punya TPP. Tidak ada niat untuk menunda dan lain sebagainya. Cuman prosedural keuangan inikan tidak semudah dulu-dulu. Itulah saya bilang, beberapa tahun itu kita mau salahkan, tapi management itulah yang kurang terbuka. Jadi kuncinya sekarang kita menyelesaikan supaya rumah berjalan baik,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.