Buntut Malas Berkantor, ASN Bakal Dirazia

Sekertaris Satpol PP Provinsi Maluku Utara, Djabal Badar. (Foto: Is)

SOFIFI, MALUTTODAY.com – Di tahun 2023 ini, program utama yang dijalankan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Provinsi Maluku Utara (Malut), adalah penegakan disiplin Aparan Sipil Negara (ASN) Pemprov Malut.

Pasalnya kedisiplinan ASN khususnya di awal tahun sangat memprihatikan. Hal ini menjadi sorotan serius pihak Satpol-PP, yang menegaskan jika bakal melakukan razia berupa peninjauan langsung ke perkantoran.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Satpol-PP Provinsi Malut, Djabal Badar kepada wartawan MALUTTODAY.com saat diwawancarai di kantor Gubernur Maluku Utara, pucak Gosale Sofifi Kamis, (12/1/2023).

“Terkait kehadiran ASN di tahun 2023, mulai sebelum adanya pemberlakuan finger print kita akan melakukan razia tinjauan langsung di seluruh OPD yang di mulai pada hari jumat esok,” ucapnya.

Menurutnya, karena hal itu merupakan tanggung jawab Satpol-PP dalam rangka menegakkan aturan kedisiplinan ASN, sesuai dengan peraturan daerah (Perda) dan mengawal kebijakan Gubernur K.H. Abdul Gani Kasuba.

“Itu kemudian yang akan kita lakukan sesuai dengan amanat undang-undang ASN yang ada, dan atas perintah gubernur,” tegasnya.

Sek Satpol-PP menegaskan, sudah semestinya pegawai negeri yang merupakan abdi negara berkantor setiap hari karena itu adalah kewajiban, maka dari hari Senin sampai Jumat harus masuk kantor, selain ada ASN yang melakukan tugas luar (TL) itu juga harus dibuktikan dengan surat tugasnya.

“Mulai terhitung di tahun 2023 ini program pertama yang akan kita tegakkan adalah disiplin pegawai, karena baru di awal tahun saja ASN sudah tunjukan sikap malas,” kecamnya.

Djabal menilai, soal kehadiran menurun jauh, karena mungkin saja ini semua terjadi karena mereka berpikir tunjangan kinerja (tukin) yang belum terealisasi, namun harus diketahui bahwa pegawai masuk kantor adalah perintah undang-undang.

Ia kemudian memberikan analogi atau contoh terbaik dari para petani, yang setiap harinya terus bekerja pergi di kebun sebagai tempat mengais rezekinya dari pagi pulang saat petang hari.

“Malulah pada petani yang pergi ke kebun pagi pulang sore, harusnya kita pegawai juga masuk kantor karena itu perintah undang-undang dan selaku abdi negara,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.