ASN Malas Berkantor, Pemprov Kembali Terapkan Finger Print

Sekertaris Daerah Provinsi Maluku Utara, Samsudin A Kader saat diwawancarai oleh sejumlah wartawan.

SOFIFI, MALUTTODAY.com – Mengawali Tahun 2023, para pekerja di tempat pekerjaannya, termasuk pemerintahan diharapkan alami peningkatan kualitas, baik dari sisi kinerja maupun kedisiplinan.

Hal ini nampaknya sukar menjadi kenyataan buat para Aparar Sipil Negara (ASN) yang bekerja di Pemerintahan Provinsi Maluku Utara (Malut). Pasalnya, di awal tahun disiplin ASN menyusut.

Seperti amatan MALUTTODAY.com, pada pekan lalu hingga beberapa hari kemarin sebagai minggu pembuka tahun 2023, kantor dinas Pemprov Malut sepi pejabat juga anak buahnya.

Buntut dari kemalasan abdi negara di Pemprov Malut tersebut, maka sistem absen menggunakan teknologi finger print bakal segera diberlakukan kembali, di mana ini sebagai cara mengatasi kemalasan.

Hal itu diungkapkan Samsuddin Abdul Kadir selaku Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Malut, bahwa dalam rangka mendisiplinkan ASN maka langkah yang diambil adalah mengaktifkan finger.

“Langkah dari kita itu untuk menyuruh PNS segera cepat pakai finger,” ujar Sekda kepada wartawan MALUTTODAY.com tatkala diwawancarai di Grand Majang Hotel Ternate usai menghadiri rapat komisi DPRD Provinsi Malut, Rabu (11/1/2023).

Menurutnya, kalau surat edaran kedisiplinan yang bertanda tangan Sekretaris Daerah dengan resmi Nomor : 000.8.6.1/4089/SETDA tentang Penerapan Displin ASN Pemprov Malut diabaikan, finger diaktifkan kembali.

“Iya maka karena abaikan surat edaran, kita pakai finger ulang, dan sekarang sementara lagi menginput data finger di masing-masing dinas,” jelas orang nomor tiga di lingkup Pemprov Malut ini.

Mantan Kepala Bappeda Malut ini juga menegaskan jika pihaknya sudah menyurati semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk segera menginput data di finger agar menggunakan finger.

Lanjutnya, jika ASN tidak pakai finger dalam absensi maka ASN akan rugi sendiri, dikarenakan membayar tunjangan berdasarkan data finger tersebut.

“Dia tidak berfinger, dia yang rugi, jadi kami bayar berdasarkan itu,” tegasnya.

Samsuddin bilang, bahwa ternyata menggunakan cara manual sulit sehingga lebih bagus menggunakan finger supaya lebih jelas, dan sebenarnya finger susah dimanipulasi yang lebih gampang manipulasi adalah manual.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.