Nakes Tuding Kejati Malut Hanya Menabur Janji

TERNATE, MALUTTODAY.com – Puluhan tenaga kesehatan (nakes) dan dokter RSUD Chasan Boesoirie berdemonstrasi di kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara, Senin (9/1).

Kedatangan para nakes ini untuk menagih janji dan meminta Kejati Maluku Utara agar segera menuntaskan kasus dugaan tindak pidana korupsi pemotongan uang tambahan penghasilan pegawai (TTP) selama 15 bulan, yang diduga dilakukan pihak manajemen RSUD Chasan Boesoirie.

Selain itu, para nakes juga mengancam jika tuntutan mereka tidak diakomodir atau tidak ditindaklajuti, maka nakes bakal lakukan mogok kerja.

Para nakes meneriaki Kejati Maluku Utara hanya menabur janji, karena setelah beberapa kali melakukan demo, banyak nakes yang diintimidasi petinggi RSUD.

Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Ifan Husni kepada wartawan mengatakan bahwa kedatangan petugas nakes RSUD Chasan Boesoirie di kantor Kejati Maluku Utara ini untuk mendesak agar segera dilakukan penetapan tersangka atas laporan yang telah dimasukkan.

“Kita datang ke sini untuk meminta ketegasan, kapan penetapan tersangka,” akunya.

Ifan bilang, kasus ini pihaknya sudah menggelar aksi sejak Agustus 2022 hingga 2023 ini belum juga dilakukan penetapan tersangka terkait kasus dugaan korupsi pemotongan TTP. “Kita aksi sampai saat ini belum ada kejelasan,”ucapnya.

Menyikapi tuntutan massa aksi, Kepala Kejati Maluku Utara, Dade Ruskandar yang diwakili Asisten Intelejen (Asintel) Efrianto saat menemui massa aksi di depan kantor Kejati Maluku Utara.

“Laporan tersebut kami sikapi, dan masih berproses, dan kami minta berikan kepercayaan kepada kami selaku aparat penegak hukum yang menangani kasus tersebut,” tegas Efrianto.

Efrianto menambahkan, bukan janji yang pihaknya berikan, tetapi dalam penanganan dugaan korupsi, butuh proses, kajian dan lain-lain untuk menetapkan apakah adanya perlawanan melawan hukum atau tidak.

“Kita sudah berkoordinasi dengan Inspektorat, hasilnya sudah disampaikan ke kita. Hasil itu buat rujukan ke kita untuk penyelidikan lebih terarah,” pungkasnya. (Shl)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.