Motoris Speed Boat Keluhkan BBM Langkah

Sejumlah galon kosong milik motoris speed boat di Pelabuhan Semut Mangga Dua Ternate.

TERNATE, MALUTTODAY.com – Kasus kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) kembali terjadi di penghujung tahun, yang membuat para motoris speed boat mengeluh karena sulitnya mendapatkan BBM untuk kepentingan transportasi.

“Ini sudah terjadi hampir 3 Minggu ini, kami kesulitan mendapatkan BBM yakni minyak tanah,” kata Haris salah satu motoris speed boat rute Ternate Sofifi saat diwawancarai MALUTTODAY, Sabtu (31/12/2022).

Menurutnya, hal ini hampir selalu terjadi setiap akhir tahun sehingga para motoris speed boat harus berpikir keras untuk mendapatkan BBM yang biasanya tersedia di pangkalan.

“Kalaupun ada harganya sangat mahal yakni sekitar Rp 7.000 sampai Rp 8.000, padahal harga normalnya hanya Rp 5.500,” ungkapnya.

Harga tersebut menurut Haris sangat terbebani, karena berdampak pada pendapatan yang akan berkurang karena harus merogoh kocek lebih dalam untuk membeli BBM. “Harga BBM naik tapi harga tiket speed boat tidak naik sehingga kami yang rugi,” ungkapnya.

Haris berharap agar pemerintah sebagai pihak yang punya otoritas lebih agar dapat mengambil sikap, apalagi hal ini seperti sudah berpola setiap tahunnya sehingga disinyalir ada oknum oknum tertentu yang dengan sengaja bermain di balik kelangkaan ini.

“Kita harapkan pemerintah cepat ambil langkah agar hal ini tidak lebih lama terjadi, karena jika kondisi seperti ini tetap berlangsung maka kami juga bisa mogok kerja,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Koperasi Mutiara Mangga Dua, Iksan Adam yang menyebutkan hal ini menjadi masalah besar yang sedang dihadapi saat ini.

“Sementara kita berupaya agar ada pangkalan BBM khusus di pelabuhan Semut Mangga Dua, agar masalah ini bisa teratasi,” jelasnya.

Iksan bersama koperasi yang dipimpinnya saat ini tengah berupaya untuk mengurus izin ketersediaan pangkalan BBM yang khusus diperuntukkan bagi motoris speed boat. “Kalau kita tidak begitu maka masalah ini kan terus terjadi dan mengganggu aktivitas para motoris dan berdampak pada penggunaan jasa penyebaran, semoga cepat ada jalan keluarnya,” harap Iksan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.