Tangani Kasus Dugaan Korupsi, Polisi di Maluku Utara Selamatkan Keuangan Negara Rp 13,6 Miliar

TERNATE, MALUTTODAY.com – Sebanyak 136 kasus, jumlah tersebut ditangani Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku dan Satreskrim Polres jajaran selama tahun 2022.

Ratusan kasus ini paling banyak didominasi kasus pelanggaran Undang-undang Informasi dan transaksi elektronik (ITE), kasus dugaan korupsi dan pertambangan.

Banyanya kasus ITE, salah satunya melibatkan mantan anggota DPRD Maluku Utara, Amin Drakel, sementara kasus dugaan korupsi, menyeret mantan Bupati Halmahera Selatan, yang saat ini berstatus sebagai tersangka.

Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol Midi Siswoko dalam konfrensi pers akhir tahun mengatakan, 136 kasus yang ditangani pihaknya tahun ini mengalami peningkatan 19 persen.

“Tahun ini naik 22 kasus dibandingkan tahun 2021 kemarin,” akunya, Jumat (30/12).

Midi menambahkan, kejahatan yang dilaporkan didominasi kejahatan ITE dengan jumlah 45 kasus, dari keseluruhan jumlah kejahatan.

“Kemudian diurutan kedua, yaitu kejahatan Tipidkor dengan 10 kasus selanjutnya pertambangan 7 kasus,” jelasnya.

Jenderal bintang dua ini bilang, sementara penyelamatan kerugian negara mulai dari Polda hingga Polres jajaran diangka belasan miliar.

“Krimsus dan Poles jajaran berhasil menyelamatkan keuangan negara sebesar Rp13.613.688.774, dari jumlah total kerugian keuangan negara sebesar Rp 14.884.353.027,” tegasnya.

Karena kinerja anggota berat, membuat Polda Maluku Utara mendapatkan Penghargaan sebagai Polda Terbaik dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia.

“Penghargaan terbaik kategori dalam penanganan tindak pidana korupsi dari 34 Polda seluruh Indonesia,” pungkasnya. (Shl)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.