Bidang Intelejen Kejati Maluku Utara Hentikan 10 Kasus

TERNATE, MALUTTODAY.com – Bidang Intelijen Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara, dari Januari hingga Desember tahun 2022, menerima 18 laporan dari masyarakat dan LSM mulai dari kasus dugaan korupsi hingga mafia tanah.

Dari 18 kasus yang diterima, 2 kasus telah dilimpahkan ke Bidang Pidana Khusus (Pidsus), 6 kasus dianggap tidak layak dindaklanjuti dan 4 kasus dihentikan dan 6 kasus sampai saat ini masih ditangani.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Maluku Utara Dade Ruskandar dalam refleksi akhir tahun kepada awak media mengatakan pihaknya selalu menerima laporan dari pihak mana pun, baik dari masyarakan LSM atau lainnya.

“Laporan yang masuk ke Kejati, apapun itu tindak pidana korupsi, mafia tanah dan lainya diterima langsung masuk ke Bidang Intelijen,” jelas Dade, Selasa (28/12).

Dade menambahkan, dan ditahun 2022 ini pihaknya menerima laporan sebanyak 18 laporan. Semua laporan diterima tim penyelidik.

“Dua kasus telah naik ke bidang Pidsus, ada 6 kasus tidak layak untuk ditindaklanjuti, karena tidak ada bukti dan pelapornya juga tidak jelas, 4 kasus dihentikan dan 6 kasus masih berjalan,” akunya.

Dade bilang, selain itu tim intelejen yang tergabung dalam Tim Tangkap Buronan (Tabur) menangkap buronan yang telah lama melarikan diri. Ada 2 boronan, perkara narkotika dan KDRT.

“Bidang Intelejen telah melakukan pengamanan dan pengawalan proyek srategis Daerah, provinsi Maluku Utara, sebanyak 10 kegiatan dari target 6 kegiatan. 10 kegiatan ini telah di audit BPK semuanya cler,” jelasnya.

Selain itu Bidang Intelejen juga telah melakukan program kesadaran hukum bagi masyarakat. 3 kegiatan Penkum, 8 kegiatan Jaksa masuk sekolah dan Pesantren, serta Jaksa menyapa.

“Kegiatan ini mendapat respon baik dari masyarakat, tokoh agama, serta para mahasiswa,” pungkasnya. (Shl)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.