Masyarakat Desa Lelief Minta Pelaku Ditangkap, Kapolda: Polri itu Wajib Meskipun tidak ada Permintaan

Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol Midi Siswoko. (Foto: Agus/Maluttoday)

TERNATE, MALUTTODAY.com – Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol Midi Siswoko mengatakan tuntutan masyarakat Desa Lelief agar pelaku ditangkap.

“Kita sebagai Polri itu wajib meskipun tidak ada permintaan, walaupun tidak ada permintaan melakukan pencarian terhadap tersangka pemukulan tersebut. Untuk korban ada dua korban. Korban ini mengalami sedikit pecah di bibir kemudian berdarah di kepala di rujuk ke (RSUD Chasan Boesoirie) Ternate dari Weda,” kata Midi saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (26/12/2022).

Yang kita lakukan, kata Midi, sekarang melakukan penebalan. Antisipasi dari Polda kita kirim 1 SSK Sabhara, ini sudah berangkat, sekarang 1 SSK Brimob yang posisinya berangkatnya dari Sofifi. Tadi jam 12 sudah berangkat dari Weda, kemungkinan 3 atau 4 jam tiba disana. “Kita standbay kan disana apabila eskalasi naik,” ujarnya.

Lanjut Midi, pengerusakan akibat bentrokan ini karena pelemparan kemudian menyiris kelompok tertentu, sehingga ada satu mobil jemputan karyawan tertentu dibakar.

“Kemudian tadi pagi masih baku lempar, karena masih ada penutupan. Baku lempar disekitar warung-warung di pinggir jalan yang rusak. Siang tadi karena sudah ada pembukaan (blokir jalan), normal seperti biasa,” cetusnya.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa berulang, tambah Midi, pihaknya akan lebih tegas untuk peredaran minuman keras ini, sebab di tahun 2020 dan 2022 ini pemicunya juga miras. Serta akan dilakukan pembinaan antar kelompok yang sifatnya persuasif.

“Pernah juga terjadi di tahun 2020 ya, kebiasaan masyarakat kita antisipasi secara terus menerus. Minuman keras sudah memusnahkan sekitar 40 ton minuman keras selama Kapolres menjabat disitu. Hal inilah harus kita lebih tegas, karena disini pemicunya miras. Kepemudaan kita bina, ketenagakerjaan kita bina melalui kerjasama dengan PT IWIP. Kebetulan ini salah satu karyawan kontraktor PT IWIP,” tandasnya.

Perlu diketahui, dua kelompok massa terlibat saling serang dengan menggunakan batu, kayu dan parang. Peristiwa ini terjadi lingkar tambang PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) di desa Lelilef, Kecamatan Weda Tengah, Kabupaten Halmahera Tengah.

Peristiwa ini dipicu pemukulan salah satu anggota kelompok massa yang mabuk, terhadap kelompok lainnya, hingga mengalami robek di bagian kepala dan bibir.

Tidak terima rekannya dianiaya, ratusan rekan korban kemudian melakukan penyisiran di mess perusahaan dan sejumlah kamar kos-kosan untuk mencari pelaku hingga memicu bentrokan. (Gus)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.