Kasus Masjid Raya Halsel, Jaksa Tunggu Perhitungan Kerugian Negara dari BPKP

TERNATE, MALUTTODAY.com – Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara, terus melakukan penyidikan dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pembangunan masjid raya Halmahera Selatan (Halsel).

Pembangunan masjid raya dikerjakan secara bertahap, pada tahun 2017 dikerjakan PT Bangun Utama Mandiri dengan anggaran sebesar Rp 29.950.000.000.

Pada tahun 2018 dikerjakan PT yang sama, dengan anggaran sebesar Rp 29.895.000.000. Sementara tahun 2019 dikerjakan oleh CV Minangga Tiga Satu, sebesar Rp 9.984.763.000.

Saat ini Kejati Maluku Utara sedang menunggu hasil perhitungan kerugian negara dari BPKP Maluku Utara.

Kasi Penkum Kejati Maluku Utara, Richard Sinaga dalam konferensi pers mengatakan kasus yang sudah penyidikan ini masih menunggu perhitungan kerugian negara.

“Tim penyidik sedang menunggu perhitungan fisik dari Fakultas Teknik Unkhair, hasilnya akan diserahkan ke BPKP, untuk menentukan berapa besaran kerugian negara yang terjadi pada proyek tersebut,” tegas Richard, Senin (19/12).

Richard menambahkan, saat ini tim penyidik telah melakukan 12 orang saksi yang dianggap berkompeten dalam kasus tersebut.

“12 orang mulai dari pihak Disperkim Halmahera Selatan, pihak Pelaksana, Konsultan Pengawas dan pihak berkompeten lainnya,” tegasnya.

Richard bilang proyek tersebut dikerjakan dalam tiga tahap, mulai dari tahun 2017, 2018 dan 2019 dengan dua perusahaan yang berbeda.

“Dalam tiga tahap ini total anggaranya berkisar Rp 70 miliar,” pungkasnya. (Shl)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.