Dapat Asimilasi COVID-19, Napi Kasus Penganiayaan Bebas Berkeliaran

TERNATE, MALUTTODAY.com – Seorang warga binaan pemasyarakatan (WBP) atau narapidana rumah tahanan (Rutan) Kelas IIB Soasio, Muhammad Siraz Tuni heboh menjadi sorotan publik.

Pasalnya, pria yang diketahui pelaku penyerangan menggunakan pisau kepada salah satu warga Tidore, di kantor dinas PUPR Tidore pada bulan Juli lalu, kini sudah berkeliaran dengan bebas, dirinya juga diketahui beraktifitas hinggga ke Kota Ternate.

Napi kasus tindak pidana penganiayaan yang menjadi perbincangan ini karena ramai dalam pemberitaan itu diketahui khalayak, masih menjalani masa pidana di Rutan Kelas IIB Soasio, Tidore Kepulauan.

Karena napi yang diketahui sebagai konsultan ini dijatuhi pidana oleh Pengadilan Negeri Soasio selama 7 bulan penjara. Ditahan sejak 21 Juli tahun 2022 baru menjalani hukuman kurungan 3 bulan penjara.

Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadiv Pas) Kemenkumham Maluku Utara, Lili pun angkat bicara ketika dimintai tanggapan.

“WBP tersebut masuk kategori asimilasi di rumah. Karena memenuhi persyaratan administratif dan substantif,” jelas Lili, Senin (12/12).

Lili menambahkan, masa asimilasi Covid berakhir pada Desember tahun 2022 sesuai Kepmenkumham RI No : M.HH-73.PK.05.09 Th 2022 Tentang penyesuaian jangka waktu.

“Jangka waktu pemberlakuan asimilasi di rumah, pembebasan bersyarat (PB), cuti bersyarat (CB) dan cuti menjelang bebas (CMB), bagi narapidana dan anak dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19,” akunya

Untuk diketahui, narapidana Muhammad Siraz Tuni mendapat asmiliasi pada 16 November 2022 meskipun baru menjalani hukuman 3 bulan. Meskipun banyak narapidana yang sudah lama mendekam Rutan Tidore Muhammad Siraz menjadi salah satu pilihan yang masuk syarat asimilasi. (Shl)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.