Dua WN Filipina di Halmahera Utara Terancam Pidana Penjara

TERNATE, MALUTTODAY.com – Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Tobelo, Halmahera Utara, Maluku Utara, melakukan tahap II atau penyerahan tersangka dan barang bukti ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat.

Kedua tersangka merupakan suami-istri dengan inisial (50) dan JBT (40), mereka kedapatan memasuki wilayah Indonesia tanpa melalui tempat pemeriksaan imigrasi. Keduanya diserahkan ke JPU karena berkas telah dinyatakan lengkap.

Mereka ditangkap pada 25 Agustus 2022 di Desa Gorua Selatan,Tobelo Utara, Halmahera Utara.

“Kedua WNA merupakan pasangan suami istri yang ditangkap petugas Imigrasi, bekerja sama dengan Satuan Reskrim Polres Halmahera Utara,” jelas Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Tobelo Agung Pramono, Selasa (15/11).

Agung menambahkan, pasangan tersebut secara sah dan meyakinkan telah memenuhi unsur pelanggaran tindak pidana keimigrasian, karena setiap orang yang dengan sengaja masuk atau keluar wilayah Indonesia yang tidak melalui pemeriksaan oleh pejabat Imigrasi.

“Pemeriksaan Imigrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) UU Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian,” tegasnya.

Agung menamabahkan, sepasang suami-istri terancam hukuman pidana penjara 1 tahun atau denda paling banyak Rp100 juta, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 113 Undang-Undang Keimigrasian.

“Tindakan penegakan hukum ini, merupakan upaya menimbulkan efek jera terhadap pelaku Tindak Pidana Keimigrasian” akunya.

Saat ini Kantor Imigrasi Kelas Kelas II Non TPI Tobelo bersama instansi lain yang tergabung dalam wadah Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) akan selalu bersinergi dalam rangka pengawasan terhadap orang asing.

“Kantor Imigrasi Tobelo juga terus melakukan penegakan hukum di bidang keimigrasian guna mengamankan dan menjaga kedaulatan negara Republik Indonesia,” akunya.

Peran pengawasan orang asing bukan hanya merupakan tanggung jawab Kantor Imigrasi Tobelo saja, tetapi juga dilakukan oleh seluruh elemen masyarakat.

“Jika ada hal yang mencurigakan terkait keberadaan dan kegiatan warga negara asing di lingkungannya dapat melaporkan kepada Kantor Imigrasi Tobelo,” pungkasnya. (Shl)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.