2 Anggota Polres Halmahera Timur Diduga Peras Warga

Djasman Abubakar saudara korban saat mendatangi kantor Polda Malut, Selasa (08/11/2022),

TERNATE, MALUTTODAY.com – Dua orang Polisi yang bertugas di wilayah Polres Halmahera Timur, dilaporkan ke Polda Maluku Utara, karena diduga melakukan tindakan pemerasan terhadap seorang warga bernama Nasrun Abubakar.

Dari dua anggota ini merupakan seorang Kapolsek berpangkat Ipda dengan inisial JTD dan Kanit Reskrim berpangkat Bripka SI.

Dugaan pemerasan ini berkaitan dengan kasus yang ditangani Polsek. Kasus yang ditangani dugaan penyalahgunaan BBM jenis minyak tanah sebanyak 40 jerigen.

Dalam kasus tersebut oknum anggota meminta uang kepada korban sebanyak Rp 15 juta, sebagai gantinya kasus tersebut akan dihentikan.

Dari jumlah uang yang diminta, korban mengaku tidak memilik uang sebanyak itu, dan meminta keringanan.

Korban pun mengirim uang pertama sebanyak Rp 1 juta ditransfer langsung ke nomor rekening Kanit Reskrim, dengan negosiasi yang cukup lama. Korban kembali memberikan Rp 10 juta yang kemudian diserahkan pada Kanit Reskrim.

Keluarga Korban, Djasman Abubakar kepada awak media mengatakan dalam permintaan uang belasan juta, Kanit Reskrim berkata sesuai pesan Kapolsek, agar jangan dilihat dari keuntungan penjualan tetapi dilihat dari kasusnya.

“Oknum mengatakan jangan terlalu lama membayar, maka kasusnya akan diproses, karena merasa menemui jalan buntu, korban terpaksa menjual sebidang tanahnya untuk melakukan pembayaran sebesar Rp10 juta,” jelas Djasman.

Setelah dilakukan pembayaran, korban hanya menerima mobil pengangkut minyak, sedangkan 40 jirigen berisi minyak tanah tidak dikembalikan atau ditahan oknum.

“Setelah mereka tahu kalau saya mau buat laporan mereka malah menghubungi korban dan mengatakan agar segera datang ke Polsek untuk pemeriksaan lanjutan,” pungkasnya.

Kabid Humas Polda Maluku Utara, Kombes Pol Michael Irwan Tamsil ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan, jika laporanya sudah masuk pastinya akan diproses.

“Nanti kita liat lebenaranya seperti apa, yang pasti tetap berproses,” jelasnya. (Shl)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.