3 Anggota Polres Halut Jadi Tersangka Kasus Penganiayaan Mahasiswa di Kandang Anjing

TERNATE, MALUTTODAY.com – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Maluku Utara, menetapkan tiga orang anggota Satuan Sabhara (Satsabhara) Polres Halmahera Utara, sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan.

Penganiayaan terhadap korban atas nama Yulius Yatu alias Ongen, mahasiwa Universitas Halmahera (Uniera) ini diduga dilakukan 4 oknum anggota polisi, di dalam kandang anjing pelacak.

Ongen didamping LBH Marimoi membuat laporan di Ditreskrimum terhadap 4 anggota, hanya saja dalam tindak pidana 3 orang yang terbukti.

Ketiga anggota yang terbukti dan saat ini menyandang status tersangka yakni, Bripda FR, Bripda DH dan Bripda SP. Sementara satu oknum dengan inisial Bripda BRB tidak terbukti dan hanya diproses di Bidang Propam Polda.

Kabid Humas Polda Maluku Utara, Kombes (Pol) Michael Irwan Thamsil ketika dikonfirmasi wartawan membenarkan ada 3 anggota Polres Halmahera Utara yang ditetapkan sebagai tersangka.

“Mereka sudah ditetapkan tersangka oleh Ditreskrimum,” jelas Michael, Kamis (27/10).

Michael menambahkan kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan oknum anggota ini masih terus dilakukan penyidikan oleh tim penyidik.

“Kan baru penetapan tersangka, penyidikan masih terus berlanjut,” tegasnya.

Saat ini kata Michael, ketiga tersangka masih dilakukan penahanan di sel tahanan Mapolres Halut, sejak pertama sampai sekarang.

“Dalam kasus ini, ketiga tersangka dijerat dengan pasal 33 ayat (1) subsider 335 Jo pasal 55 ayat 1 ke 1 huruf e,” pungkasnya. (Shl)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.