Kejati Maluku Utara Akan Kembali Tahan Tersangka Kasus Perusda Ternate

TERNATE, MALUTTODAY.com – Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara, bakal kembali menahan tersangka dugaan korupsi dana penyertaan modal Perusahaan Daerah (Perusda) milik Pemerintah Kota Ternate, tahun anggaran 2015-2019.

Kasus yang merugikan keuangan negara senilai Rp 7 miliar lebih ini, sebelumnya telah menahan tersangka yang merupakan Mantan Direktur Holding Company Ternate Bahari Berkesan periode M. Iksan Efendi.

Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Maluku Utara, Muhammad Irwan Datuiding dalam konferensi pers mengatakan, tim penyidik baru melakukan penahan terhadap seorang tersangka.

“Tidak menutup kemungkinan masih ada tersangka lain lagi, yang akan ditahan,” tegas M. Irwan didampingi Asisten Intelijen (Asintel), Efrianto dan Kasi Penkum Richard Sinaga dalam konferensi pers, Rabu (19/10/).

M. Irwan memastikan akan mengumumkan informasi terbaru jika kasus tersebut sudah tuntas ditangani. “Nanti kita akan umumkan lagi, kalau sudah selesai,” katanya.

Yang pasti kata Irwan, siapapun dan apapun jabatannya jika terlibat dalam kasus dugaan korupsi yang ditangani akan ditetapkan sebagai tersangka, dirinya memastikan dalam kasus tersebut lebih dari dua orang tersangka.

“Saya pastikan tersangka lebih dari satu, bahkan lebih dari dua orang, tapi tunggu tanggal mainnya,” ucapnya.

Sementara itu, Asintel Kejati Malut, Efrianto sebelumnya menyatakan, sebelumnya tim penyidik Pidsus telah melakukan penahanan terhadap tersangka M. Iksan Efendi berdasarkan dengan surat perintah penahanan Nomor: PRINT-1806/Q.2/Fd.1/10/2022 tertanggal 18 Oktober 2022.

“Tersangka dilakukan penahanan Rutan Ternate selama 20 hari ke depan terhitung sejak tanggal 18 Oktober hingga 6 November 2022 mendatang,” katanya.

Efrianto bilang, tersangka dilakukan penahanan karena tim penyidik mengkhawatirkan tersangka melarikan diri, mengulangi perbuatan danenghilangkan alat bukti. (Shl)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *