Polda Maluku Utara Restorative Justice, Kasus Saling Lapor Istri Mantan Wali Kota dan Keluarga

TERNATE, MALUTTODAY.com – Kasus saling lapor antara Rosdiana Malangka dan Runi Rahmatia terkait dugaan tindak pidana penganiayaan yang dilaporkan ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Maluku Utara dan SPKT Polres Ternate dan akhirnya berdamai lewat restorative justice.

Insiden saling lapor itu buntut dari Runi Rahmatia saat mendapingi Hj. Fatma Ajaran saat mengambil beberapa fasilitas di lokasi Grand Fatmah pada Sabtu 28 Mei 2022 lalu. Diwarnai aksi saling cakar antara Rosdiana Malangka dan Runi Rahmatia, akibatnya Rosdiana membuat laporan di Dit Reskrimum Polda Maluku Utara, sementara Runi Rahmatia membuat laporan di Polres Ternate.

M. Bahtiar Husni selaku kuasa hukum Runi Rahmatia kepada wartawan mengatakan laporan di Polres Ternate maupun di Dit Reskrimum Polda Maluku Utara, itu sudah dilakukan penetapan tersangka baik itu terhadap kliennya Runi Rahmatia dan Rosdiana Malangka.

“Ini ada dua laporan, kelaen saya sudah menjadi tersangka di Ditreskrimum sementara Rosdiana Malangka sebagai tersangka Polres Ternate,” akunya, Selasa (18/10).

Bahtiar tambahkan, dua laporan ini lalu diambil alih oleh Ditreskrimum Polda Maluku Utara, kemudian telah melakukan restorative justice.

“Setelah dilakukan negosiasi kedua bela pihak lalu mencabut laporan dan dibuatkan kesepakatan perdamaian,” akunya.

Atas dasar itu, Ditreskrimum Polda Maluku Utara lalu melakukan gelar perkara restorative justice yang dipimpin langsung Wakil Direktur AKBP Yuri Nurhidayat.

“Gelar perkara itu dipimpin Wadir Krimum,”paparnya.

Bahtiar menegaskan bahwa di dalam kesepakatan tersebut kedua belah pihak dilarang untuk melaporkan kembali kasus yang sama.

“Kemudian ada perkara-perkara yang lainnya, seperti fitnah dan rasisme yang sudah dilaporkan juga ikut diselesaikan,”ujarnya.

Sementara itu Rosdiana Malangka melalui kuasa hukumnya Dr. Muhammad Aljebra Aliksan Rauf saat dikonfirmasi via handpone enggan memberikan komentar banyak terkait dengan restorative justice yang dilakukan Ditreskrimum Polda Maluku Utara. “Saya tanya ibu dulu ya,” katanya dan mengakhiri.

Terpisah Kabid Humas Polda Maluku Utara, Kombes Pol. Michael Irwan Thamsil saat dikonfrimasi membenarkan informasi kasus saling lapor berakhir dengan restorative justice.

“Artinya restorative justice boleh sepanjang kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan, itu diatur dalam Peraturan Kapolri (Perkap) nomor 6 tahun 2019 tentang penyidikan tindak pidana sebagaimana diatur dalam pasal 1 angka 27,” jelasnya. (Shl)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.