Cari Bukti Tambahan Terkait Mafia Tanah, Jaksa Geledah Kantor BPN Halmahera Tengah

TERNATE, MALUTTODAY.com – Tim penyidik Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara, melakukan penggeledahan di Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Halmahera Tengah.

Penggeledahan ini berkaitan dengan kasus dugaan gratifikasi mafia tanah di Desa Nusliko, Kecamatan Weda dengan 3 orang tersangka yang diumumkan pada 24 Agustus 2022.

Tiga tersangka kasus mafia tanah tersebut masing-masing adalah, WLT selaku mantan pegawai BPN Halmahera Tengah, UB selaku pemohon sertifikat serta YI selaku Kepala Desa Nusliko.

Ketiga orang tersangka ini telah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka. Penahanan dilakukan selama 20 hari ke depan.

Kasi Penkum Kejati Maluku Utara, Richard Sinaga ketika dikonfirmasi membenarkan adanya tim Bidang Pidsus melakukan penggeledahan kantor BPN Halmahera Tengah.

“Iya benar ada penggeledahan terkait dugaan mafia tanah di Desa Nusliko,” jelas Richard, Kamis (22/9).

Richard menambahkan, dalam penggeledahan penyidik membawah sejumlah dokumen berupa 257 eksamplar permohonan hak atas tanah untuk tahun 2018 dan 127 eksamplar buku tanah di Desa Nusliko tahun 2018 serta 179 lembar peta bidang tanah di Desa Nusliko tahun 2018.

“Tim membawa sejumlah dokumen berupa 257 eksampelar permohonan hak atas tanah di Desa Nusliko tahun 2018 tersebut,” pungkasnya. (Shl)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.