Kejari Ternate Panggil 4 Pegawai BPBD Terkait Anggaran COVID-19

TERNATE, MALUTTODAY.com – Empat pegawai Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ternate, mengindahkan panggilan tim penyelidik Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Ternate untuk dimintai keterangan.

Kehadiran empat pegawai ini bertaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi anggaran COVID-19 dengan nilai Rp 22 miliar, Rabu (21/9).

Informasi yang dihimpun, keempat pegawai atas nama Iskandar Yusran Usman, Wirda Sibua, Irma Yunita dan Febriyanti.

Febriyanti salah satu pegawai BPBD yang bertugas di bidang Rekonstruksi dan Rehabilitasi, usai dimintai keterangan kepada wartawan mengaku bahwa dirinya dipanggil untuk dimintai keterangan terkait dengan dana Covid-19. “Terkait dana COVID-19, saya cuman staf saja di sana,” akunya.

Febriyanti mengaku kehadiranya di Kantor Kejari Ternate ini baru pertama kali dipanggil untuk dimintai keterangan oleh tim penyelidik, jika kedepan dirinya masih dipanggil kembali, dirinya tetap akan menghadiri.

“Ini baru pertama kali, jika dipanggil tetap hadir jika dipanggil,” akunya.

Terpisah, Kepala Seksi (Kasi) Intelejen Kejari Ternate, Aan Syaeful Anwar membenarkan bahwa pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap empat orang pegawai BPBD Kota Ternate terkait kasus dugaan anggaran COVID-19.

“Iya benar, hari ini dilakukan pemeriksaan terhadap empat orang pegawai BPBD Kota Ternate,” jelasnya. (Shl)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.