Demo Tolak Kenaikan Harga BBM di Kota Ternate Ricuh, Mahasiswa dan Polisi Saling Dorong

TERNATE, MALUTTODAY.com – Aksi ratusan mahasiswa dari kelompok Cipayung Plus menolak kenaikkan bahan bakar minyak (BBM) di jalan menuju bandara Sultan Babullah Ternate atau tepatnya di depan kampus FKIP Unkhair, Rabu (07/09/2022) berlangsung ricuh.

Kericuhan dipicu mahasiswa berupaya merangsek penjagaan polisi untuk menuju ke arah bandara Sultan Babullah Ternate. Upaya para mahasiswa ini dihadang polisi yang mengawal aksi tersebut. Akibatnya, polisi dan mahasiswa saling dorong. Sejumlah orang mahasiswa yang diduga melakukan provokasi dikejar dan ditangkap.

 “Itu tadi adik-adik sempat mau mengarah ke bandara. Sempat diamankan satu, tapi sudah berkoodinasi dengan para korlap, mereka siap untuk tidak ke sana (bandara), akhirnya kita kembalikan semua,” kata Kapolres Ternate, AKBP Andik Purnomo Sigit saat ditemui di lokasi aksi.

Kericuhan ini tidak berlangsung lama, polisi dan mahasiswa kemudian menarik diri. Mahasiswa kemudian melanjutkan orasi penolakan kenaikan harga BBM dengan memblokade akses jalan dari dan menuju bandara.

Salah satu orator menyebut dalam orasinya sebelum membubarkan diri, jika harga BBM tidak segera diturunkan oleh pemerintah pusat maka aksi lanjutan akan dilakukan. Selain itu, mereka mengancam akan melakukan referendum.

Sekitar pukul 18.27 Wit, polisi memberikan imbauan dari mobil sound system agar mahasiswa membubarkan diri karena telah mencapai batasan waktu yang dibolehkan untuk aksi unjuk rasa. Ratusan mahasiswa ini kemudian membubarkan diri dengan tertib. (Gus)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.