Tersangka Bom Ikan di Perairan Pulau Taliabu Diserahkan ke JPU

TERNATE, MALUTTODAY.com – Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Maluku Utara, melakukan tahap II atau menyerahkan lima tersangka dan Barang Bukti (BB) ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Ternate, Selasa (23/8).

Kelima tersangka yang diserahkan, yakni Harudin, Piko alias Alkap, Ramadan alias Mada, Haidar alias Wanto dan Risal alias Ical diduga melakukan penangkapan ikan menggunakan bahan peledak atau Bom, diperairan Pulau Taliabu.

Informasi yang diterima wartawan, penangkapan kelima tersangka ini bermula saat personel patroli rutin di perairan, mendapat laporan masyarakat terkait adanya aktivitas penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak.

Anggota menuju lokasi sesuai laporan warga dan mendapati satu kapal melakukan aktivitas penangkapan ikan dengan bahan peledak.

Melihat hal tersebut, personel mengeluarkan tembakan peringatan, tetapi nakhoda tidak mengindahkannya malah justru melarikan diri menuju perairan Pulau Banggai.

Kabid humas Polda Malut Kombes Pol Michael Irwan Thamsil, ketika dikonfirmasi membenarkan kelima tersangka kasus bom ikan telah diserahkan ke JPU.

“Iya, hari ini Ditpolairud Polda Malut melakukan tahap dua ke Kejaksaan,” katanya.

Terpisah, Kasi Intel Kejari Ternate Aan Syaeful Anwar ketika di konfirmasi mengatakan ada tahap dua, Polda Malut telah menyerahkan berkas perkara dan barang bukti. “Iya ada tahap dua dari Polda Malut,” singkatnya.

Ke lima tersangka ini di kenakan pasal 1 ayat (1) undang-undang nomor 12 tahun 1951 tentang darurat dan pasal 84 ayat (1) dan (2) Sub pasal 98 undang-undang nomor 31 tahun 2004 tentang perikanan Jo pasal 55 ayat (1) ke KUHPidana. (Shl)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *