Kemenkumham Maluku Utara Berikan 706 Napi Remisi Kemerdekaan, 1 Napi Langsung Bebas

TERNATE, MALUTTODAY.com – 706 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) atau Narapidana (Napi) di Rumah Tahanan (Rutan) dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kemenkumham Maluku Utara, menerima remisi umum dalam rangka hari kemerdekaan Republik Indonesia ke 77 tahun 2022.

Remisi umum untuk napi yang diberikan langsung Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov), Syamsudin Abdul Kadir yang dirangkaikan dalam upacara pengibaran bendera bertempat di Rutan Kelas IIB Ternate, Rabu (17/8/2022).

Dari 706 Napi paling banyak napi di Lapas Ternate Kelas IIA Ternate, 224 orang, satu napi atas nama Mursid Suabel akhirnya bisa menghirup udara bebas setelah diberikan remisi umum kemerdekaan.

Mursid kepda wartawan mengucapkan kepada Kalapas Kelas IIA Ternate, Maman Hermawan selama ia menjalani hukuman pidana selalu mendapatkan didikan yang baik sehingga bisa mendapatkan remisi.

“Saya sangat bersyukur dengan remisi bebas yang telah diberikan kepada saya,” ucapnya.

Dirinya mengaku, setelah dinyatakan bebas, dirinya akan langsung kembali bergabung dengan keluarga untuk menjalani kehidupan yang kebih baik.

“Insya Allah saya berusaha untuk menjadi lebih baik agar tidak lagi melakukan pelanggaran hukum, yang pasti, saya akan kembali ke kampung halaman di Morotai untuk kembali berkebun demi kebutuhan keluarga,” ucapnya.

Sementara itu Sekprov Maluku Utara, Syamsuddin Abdul Kadir usai upacara pemberian remisi mengatakan, pemerintah Provinsi akan memfasilitasi atau membuka lapangan kerja sehingga bisa menghidupi keluarga dalam kehidupan sehari-hari.

“Di Lapas sudah membekali para WBP agar bisa terampil dan itu menjadi tanggung jawab pemerintah terhadap seluruh masyarakat termasuk satu WBP yang sudah keluar dan bergabung dengan keluarga dan masyarakat,” katanya.

Syamsudin menambahkan, dengan berkumpulnya WBP ini, dirinya minta agar tidak dikucilkan karena segala kesalahan sudah ditebus selama menjalani hukuman di dalam Lapas.

“Kesalahan sudah ditebus, jadi hak untuk mendapat perlakuan baik di masyarakat sudah menjadi satu keharusan yang harus didapatkan oleh mereka yang dinyatakan bebas,” pungkasnya.

Kakanwil Kemenkumham Maluku Utara, M. Adnan menambahkan, Napi yang di usulkan untuk mendapatkan remisi, semua dikabulkan Menteri Kemenkumham RI Yasona H. Laoly.

“Dengan pengusulan yang diterima artinya, menunjukan seluruh warga binaan di pemasyarakatan wilayah Malut sudah betul-betul mengikuti ketentuan yang berlaku di dalam lapas dan Rutan sehingga dalam penilaian kalapas masing-masing menunjukan warga binaan sudah lebih baik,” jelas Adnan.

Adnan menambahkan, jumlah Napi penerima remisi secara keseluruhan di Maluku Utara sebanyak 706 orang, pemberian bervariatif mulai dari pemotongan masa tahanan hingga yang langsung bebas.

“Kita harapkan dari remisi ini, memotivasi kepada warga binaan kita agar kedepannya jauh lebih baik, karena, kita punya harapan, pasca remisi ini mereka lebih baik dan dapat beradaptasi di tengah lingkungan masyarakat,” pungkasnya. (Shl)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.