BNPT dan FKPT Malut Gelar TOT Guru Pelopor Moderasi Beragama

TERNATE, MALUTTODAY.com – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama dengan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Maluku Utara (Malut), menggelar training of trainer (TOT) bagi guru di Kota Ternate, bertempat di Red Star Cafe, Kamis (4/8/2022). Kegiatan ini diikuti oleh 100 orang perwakilan guru dari sekolah tingkat TK/RA, SD, SMP dan SMA/SMK/MA.

Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya untuk melakukan internalisasi nilai-nilai moderasi beragama kepada guru, agar dapat membantu upaya pencegahan terorisme dari lingkungan sekolah.

Kegiatan ini nantinya akan menghasilkan output berupa pembuatan video pembelajaran tentang moderasi beragama yang dibuat oleh para guru dan akan dilombakan.

Direktur Pencegahan BNPT, Brigjen Pol R. Ahmad Nurkwahid melalui Kepala Seksi Pengamanan Lingkungan Umum BNPT, Kolonel Czi Yaenurendra menjelaskan terorisme yang diawali dari radikalisme adalah ancaman nyata bagi kedamaian di Indonesia yang kita cintai ini.

“Ancaman paparan radikalisme bisa menyasar kelompok masyarakat manapun, tidak terkecuali para anak didik di lembaga pendidikan kita masing-masing. Para insan calon penerus bangsa tersebut merupakan sasaran yang empuk dan sangat rentan bagi kelompok-kelompok yang memang sengaja ingin merusak masa depan bangsa dan negara Indonesia yang sama-sama kita cintai ini,” kata Yaenurendra dalam sambutannya.

Hal ini menutut kita untuk selalu mengedepankan kewaspadaan, tidak hanya untuk alasan keselamatan, melainkan melainkan juga untuk mencegah tersebar luasanya paham radikal terorisme tersebut.

“Kami mendorong para guru dari berbagai tingkatan pendidikan untuk semakin mengembangkan strategi pembelajaran dengan memasukkan nilai-nilai moderasi beragama, seperti toleransi, semangat kebangsaan, saling menghormati, menghargai keragaman atau kebhinekaan, dan lain sebagainya, dengan membuat sebuah bahan ajar berupa video pendek pembelajaran moderasi beragama, Video-video singkat tersebut nantinya akan dilombakan dan akan dipilih video-video terbaik sebagai pemenangnya,” ucapnya.

Lanjutnya, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme sebagai lembaga negara yang mendapatkan mandat untuk menjadi koordinator bagi upaya-upaya penanggulangan terorisme di negeri ini berusaha keras tidak hanya melalui penindakan secara tegas atau namun juga mejalankan program-program yang bersifat kegiatan yang kita lakukan hari ini adalah salah satu bentuk bagaiaman terorisme ditanggulangi secara lunak dengan melibatkan berbagai komponen bangsa, khususnya melalui partisipasi aktif para pemangku kepentingan di bidang pendidikan.

“BNPT yakin bahwa konteks pencegahan radikal terorisme, pendekatan lunak adalah pilihan yang paling tepat. Kita tentunya sangat ingin mencegah paham radikalisme dan aksi terorisme tanpa harus menimbulkan kebencian dan dendam berkepanjangan kepada pemerintah,”jelasnya.

Terpisah, Kepala Bidang Agama FKPT Maluku Utara, Sarbin Sehe mengatakan hakekat moderasi beragama adalah cara pandang dan perilaku beragama yang moderat. Perilaku beragama yang dimoderatkan sehingga menghargai dan memahami perbedaan setiap dari kita. Perbedaan Agama, suku, etnik dan golongan bukan menghalangi bagi mereka yang berbuat kebaikan.

“Tujuan utama moderasi beragama adalah penguatan nilai agama, nilai kebangsaan dan nilai kearifan lokal. Ketiga nilai ini sedianya tidak dipertentangkan, melainkan saling menguatkan satu sama lain, sepanjang tidak mengganggu prinsip kehidupan beragama, kebangsaan dan kearifan lokal. Tiga nilai ini menjadi penting bagi kelangsungan pembangunan kemanusiaan, agama, bangsa dan negara,” kata Sarbin.

Menurutnya kegiatan training of trainer menjadi guru pelopor moderasi beragama menjadi penting dalam rangka pencegahan pemikiran ekstremisme, radikalisme dan terorisme, terutama bagi para guru, dimana posisi dan peran guru begitu mendasar dalam pembentukan karakter peserta didik atau didik. Peserta didik adalah aset bangsa dalam pembangunan kemanusiaan.

Training of trainer menjadi guru pelopor moderasi beragama, moderasi beragama sebagai strategi pencegahan terorisme. Tujuannya memberi pemahaman secara utuh kepada para guru tentang moderasi beragama. Sosialisasi moderasi beragama kepada semua kalangan. Membuat film pendek moderasi beragama,” tuturnya.

Kegiatan training of trainer menjadi guru pelopor moderasi beragama yang dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Ternate Jusuf Sunya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua FKPT Malut Hasbi Pora, Sekretaris FKPT Hidayatussalam Sehan, Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Malut Sarbin Sehe dan Kepala MUI Kota Ternate Usman Muhamad. (Dickhy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.