Tidak Koperatif, Polda Maluku Utara Tahan 1 Terdangka Dugaan Korupsi di Sula

TERNATE, MALUTTODAY.com – Tim Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku Utara resmi melakukan penahanan terhadap seorang tersangka dalam kasus dugaan korupsi.

Kasus tindak pidana korupsi proyek pembangunan bendungan dan irigasi di Kepulauan Sula, anggaran 2020 senilai Rp 9,8 miliar.

Dalam kasus ini terdapat enam tersangka, empat orang sudah dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Maluku Utara, dan sedang menjalani persidangan.

Saat ini sisa terdapat dua tersangka dengan jabatan konsultan lapangan yang masih ditangani, rupanya tidak kooperatif, saat ini satu tersangka dengan resmi ditahan atas nama Bram.

Sementara Salim Haris, padahal sudah dilakukan pemanggilan sebanyak dua kali namun tidak diindahkan atau mangkir.

Penyidik memberi deadline jika Salim Haris tidak datang memenuhi panggilan maka penyidik akan melakukan penangkapan.

Kabid Humas Polda Maluku Utara Kombes Pol Michael Irwan Tamsil saat dikonfirmasi membenarkan penyidik telah menahan seorang tersangka.

“Iya benar tersangka atas nama Bram sudah di tahan,” jelas Michael, Kamis (7/7).

Mantan Direktur Ditreskrimsus Polda Sulawesi Utara bilang, kedua tersangka memang tidak koperatif dan mempersulit penyidikan.

“Kedua tersangka tidak koperatif dan mempersulit penyidikan, untuk terdangka yang 1 lagi, jika tidak datang penuhi panggilan maka penyidik akan melakukan penangkapan,” pungkasnya. (Shl)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.