Proyek Jaringan Irigasi di Halmahera Utara Tuntas Dikerjakan

TERNATE, MALUTTODAY.com – Bidang Sumber Daya Air (SDA), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Maluku Utara, telah selesai mengerjakan proyek jaringan irigasi sekunder yang terletak di desa Toliwang, Kabupaten Halmahera Utara.

Proyek yang dikerjakan CV Sinar Mutiara Abadi. Proyek pekerjakan ini selama 8 bulan namun dikerjakan hanya 3 bulan, dengan progres fisik 100 persen ini dengan anggaran tahun 2022 sebesar Rp 2,6 miliar.

Kabid Bidang SDA PUPR Provinsi Ir. Syaiful Amin mengatakan, kegiatan ini unsur dananya DAK tahun 2022 dengan dana senilai Rp 2,6 miliar.

“Target kedepan untuk sawa sampai 100 hektar. Sedangkan fungsional belum sampai kesitu. Pembangunan sekunder ini kurang lebih satu kilo, tapi untuk pencapaian utcome sawahnya mencapai 100 hektar,” ucap Syaiful, Selasa (5/7).

Ia menambahkan, kedepannya masih banyak lagi program irigasi utuk mebdukung program pemerintah dalam hal ketahanan pangan, untuk kegiatan 2022 target pencampaian kurang lebih 100 hektar.

Sedang fungsional belum sampai disitu akan tetapi target pihaknya sampai pada daerah irigasi secara menyeluruh sesuai kewenangan provinsi.

“Makanya pembangunan sekunder ini panjangnya kurang lebih 1 kilometer tapi untuk outcome sawahnya itu mencapai kurang lebih 100 hektar,” akunya.

Ia bilang, masih banyak lagi program-program kedepan untuk sesuai dengan wewenang provinsi saluran irigasi daerah Taliwang ini kurang lebih 2000 hektar akan ditangani secara bertahap.

“Tak lupa kami juga sangat berterimakasih kepada rekanan yang mana kami anggap kerjanya sangat bagus dan pengawasan yang memadai dari konsultan pengawas dan rekan kita khususnya di bidang sumber daya air Dinas PUPR Provinsi Malut yang memang agak full konsentrasi disini sehingga kegiatan kami untuk DAK ini yang paling progresnya pencapaian luar biasa,” ungkapnya.

Lebih lanjut, karena program DAK kali ini mulai terkontrak dari Maret dan harusnya selesai pada Oktober namun bisa kita lihat bersama progresnya diawal Juli sudah selesai artinya butuh 3 bulan saja.

“Ini yang kami harapkan agar bisa menjadi contoh kepada rekanan yang lain agar betul-betul fokus dalam melakukan pekerjaan,” pintanya.

Sementara, Warga Desa Margomulyo, Edi Pranoto menyampaikan, mengucapakan rasa terima kasih dan apresiasi kepada pemerintah Provinsi. Menurutnya, sebelum ada saluran irigasi kami sebagai kelompok tani mengambil air, pakai Alkon jadi sangat sulit.

“Jadi setelah adanya irigasi ini, kami para tani sangat merasa terbantu,” ucapnya.

Edi menambahkan, sebab petani disini, terdiri dari empat kelompok, disitu perkelompoknya sekitar 25 hektar tapi yang produktif sekitar, 75 hektar saja. Olehnya itu dengan adanya irigasi ini baik dimusim raja ini semua bisa diolah.

“Kami sangat berterimakasih kepada pemerintah Provinsi Maluku Utara hal inilah yang sangat kami harapkan,”akunya.

Ia menjelaskan, percetakan sawah ini mulai dilakukan sejak tahun 2016, akan tetapi pembuatan irigasi ini baru pada 2022 ini jadi sudah sangat lama warga khususnya petani menanti perhatian pemerintah.

“Alhamdulillah dengan adanya saluran irigasi yang seperti ini kami warga masyarakat Desa Taliwang dan Margomulyo sangat terbantu,” pungkasnya. (Shl)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.