Jaksa Kembali Periksa 2 Orang Saksi Dalam Kasus Penggelapan Gaji Fiktif

TERNATE, MALUTTODAY. com – Setelah kasus dugaan korupsi penggelapan gaji guru di ditingkatkan ke penyidikan, Kejaksaan Negeri (Kejari) Ternate, Maluku Utara, melakukan pemeriksaan terhadap dua orang saksi.

Dugaan korupsi gaji fiktif melekat di Dinas Pendidikan Kota Ternate tahun 2015 – 2020 diketahui mencapai ratusan juta rupiah.

Dua orang saksi yang kembali dipanggil jaksa, yakni mantan Kepala Sub Bagian (Kasubag) Keuangan Irnawati dan mantan Sekertaris Dinas Pendidikan Kota Ternate, Mahmud J. Abdurahman.

Sesuai pantauan wartawan, Irnawati mendatangi kantor Kejari Ternate, sekitar pukul 11.00 Wit, setiba di kantor Adhyaksa Irnawati langsung menuju ruang bagian Pidsus Kejari Ternate untuk menjalani pemeriksaan hingga pukul 15.50 Wit. Irnawati berada di dalam ruangan kurang lebih 5 jam lebih.

Irnawati saat keluar dari Kantor Kejari mengaku bahwa dirinya sudah dua kali dipanggil oleh tim penyelidik Kejari Ternate. “Ini yang kedua,” akunya, Kamis (23/6).

Irnawati bilang, dirinya dipanggil tim penyidik Kejari Ternate saat ini dalam kapasitas sebagai Kasubag Kuangan Dinas Pendidikan Kota Ternate.

“Saya dipanggil sebagai Kasubag Keuangan,” jelasnya.

Irnawati menambahkan, jika kedepan dirinya dipanggil kembali ia tetap siap menghadiri panggilan tersebut sebagai warga negara yang taat hukum.

“Iya tetap hadir sebagai warga negera taat hukum,”ujarnya.

Sementara, Mahmud J. Abdurahman mengatakan sesuai dengan surat pemanggilan dirinya dimintai keterangan terkait dengan masalah dugaan penggelapan gaji mulai 2015 – 2020 pada Dinas Pendidikan.

“2015 sampai 2019 saya masih Kabid,” katanya.

Diakuinya, untuk pemanggilan terhadap dirinya saat ini dalam kapasitas sebagai seorang Sekertaris Dinas Pendidikan Kota Ternate 2019 – 2021.

“Untuk pemanggilan ini saya sebagai Sekertaris,” jelasnya.

Terpisah, Kasi Intel Kejari Ternate, Aan Syaeful Anwar ketika dikonfirmasi membenarkan hari ini tim penyidik Pidsus melakukan pemeriksaan terhadap dua orang saksi dalam kasus tersebut.

“Iya ada dua orang hari ini yang diperiksa tim penyidik Pidsus,” singkatnya. (Shl)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *