P2KB Halmahera Barat Gelar Pertemuan Lintas Sektor Pemetaan 1 dan 2

HALBAR, MALUTTODAY. com – Dalam rangka penyelenggaraan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara,
Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) melaksanakan kegiatan pertemuan lintas sektor pemetaan aksi 1 dan 2 percepatan penurunan stunting.

Acara tersebut dilaksanakan di Fila Gaba, Desa Guaemaadu Kecamatan Jailolo, Selasa (21/6/2022).

Kegiatan ini merupakan implementasi dari 7 program pemerintahan JUJUR yang salah satunya adalah Halbar Sehat.

Narasumber dalam kegiatan tersebut adalah Andi Jawahir (CO Team Leader Regional V, Tenaga Ahli INEY Ditjen Bina Bangda Kemendagri) dan Dr. Aspar Abd Gani (Konsultan Stanting Kab. Halmahera Barat. Dalam materi Co Team Leader Regional V, Tenaga Ahli INEY Ditjen Bina Bangsawan yang Kemendagri, Andi Jawahir mengatakan, Peran dan fungsi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kab. Halmahera Barat dalam mengkoordinasikan dan mengsinergikan seluruh sumberdaya daerah (tata kerja) untuk penurunan stunting di kab. Halbar guna mendukung pencapaian target prevalensi stunting nasional pada tahun 2024 sebesar 14%.

Selain itu, konvergensi dan perencanaan penyelenggaraan program/kegiatan penurunan stunting di semua OPD.

“Terkait melalui penyediaan program/kegiatan/sub-kegiatan yang mendukung pencapaian seluruh indikator sasaran sebagaimana ditetapkan dalam Perpres (Peraturan Presiden) Nomor 72 Tahun 2021 dan Rencana Aksi Nasional-Penurunan Angka Stunting Indonesia (RAN-PASTI) Tahun 2021-2024,” tuturnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Daerah Halmahera Barat sudah menetapkan lokasi prioritas intervensi pada tahun 2023 sebanyak 20 desa yang tersebar di 6 Kecamatan, sebagai salah satu wujud komitmen Kepala Daerah yang dijalankan oleh TPPS guna penajaman program/kegiatan OPD untuk melakukan intervensi secara konvergen berdasarkan hasil analisis situasi dan pemetaan program.

“Guna peningkatan cakupan layanan terhadap sasaran (Remaja Putri, Calon Pengantin/PUS, Ibu Hamil, Ibu Menyusui dan Balita usia 0-59 bulan,” ujarnya.

Dan, memastikan rencana/kegiatan OPD terintegrasi dengan dokumen perencanaan dan penganggaran daerah khususnya RKPD Tahun 2023 yang sementara berproses.

Diketahui, ikut hadir dalam Kegiatan yang berlangsung 2 hari tersebut, adalah Ketua TP-PKK sekaligus Ketua Bidang Penanganan Sensitif, Ibu Wakil Ketua TP-PKK, Ibu Ketua Darmawanita Kab. Halmahera Barat Kepala Bapeda, DLH, Sosial, PU, Pertanian, Perikanan, Kemenag, DPMD, Kominfo, Hukum dan Dinas Pendidikan. (RN)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *