Jaksa Minta Keterangan Ahli Usut Dugaan Korupsi Menara Masjid di Ternate

TERNATE, MALUTTODAY.com – Tim penyelidik bidang Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Ternate, Maluku Utara, serius mengusut kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pembangunan menara masjid raya (Al-Munawar) tahun 2016 lalu.

Bahkan dalam mengusut kasus tersebut tim penyelidik memintai pendapat beberapa ahli.

“Sekarang masih on process, ada beberapa ahli yang dimintai tanggapan, mulai ahli keuangan, ahli perencanaan,” jelas Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Ternate, Abdullah, Kamis (19/05).

Abdullah menambahkan, pihaknya meminta pendapat ahli perencaaan, apa yang menjadi permasalahan sehingga pembangunan tiang menara ini tidak dapat dilanjutkan sampai ada pemutusan kontrak kerja.

“Apakah ada satu proses kelalaian dari perencaan atau pelaksanaan dan dari unsur mana, sehingga pembangunan menara masjid ini tidak dapat dilaksanakan,” ucapnya.

Sementara pihak penerima barang menganggap, sesuai perjanjian yang ada pekerjaan ini selesai dengan batas waktu yang telah ditentukan, tetapi barang diperkirakan nanti tidak juga selesai.

“Ini kita masih butuh ahli, apakah ini dapat ditingkatkan ke Pidsus atau tidak tunggu saja,” tegasnya.

Abdullah bilang dalam kasus tersebut pihaknya sejauh ini telan memainkan sejumlah orang dimintai keterangan.

“Saya tidak bisa jelaskan detailnya karena para pihak yang diperiksa sudah memenuhi syarat,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, Pembangunan menara masjid raya Al-Munawar Ternate, mendapat kucuran dana sebesar Rp 3.875.000.000,00 yang melekat pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Maluku Utara, tahun 2016. Telah dibayarkan uang muka 20 persen sekitar Rp 712 juta lebih. (Shl)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.