Pedagang Ikan dan Takjil Mengeluh, Kapolda Malut Borong Dagangan Warga

TERNATE, MALUTTODAY.com – Pedagang takjil dan pedangan ikan di sepanjang jalan menuju PT Pertamina, Kelurahan Jambula, Kecamatan Pulau Ternate mengeluhkan dagangannya tidak laku. Akibat adanya unjuk rasa penolakan kenaikan bahan bakar minyak (BBM) jilid III, Kamis (21/04/2022).

Hani, salah satu pedagang ikan yang berjualan di depan jalan menuju PT Pertamina Ternate, mengaku dagangannya awalnya tidak laku dengan adanya massa unjuk rasa yang memadati jalan tersebut.

“Tadi ada yang beli, tapi itupun polisi. Semoga dagangan ini bisa habis sebelum buka puasa,” akunya.

Sementara itu, Ita, salah satu pedagang takjil saat disambangi wartawan lapak kecil miliknya mengaku, dagangannya untuk hari ini tidak seperti dengan hari-hari sebelumnya. Nyaris tidak laku dengan adanya unjuk rasa yang dilakukan di depan jalan masuk depot PT Pertamina.

“Kalau hari biasa itu jam segini sudah hampir habis, tapi karena ada aksi, jualan saya sampai sekarang masih banyak,” ungkapnya.

Dirinya mengaku khawatir dengan kondisi ini, karena jika dagangannya tidak habis terjual tentunya akan berdampak pada jualan esok dan seterusnya.

“Jualan ini butuh modal, makanya kalau hari ini tidak laku maka modal besok juga akan tidak ada,” akunya.

Menanggapi keluhan para pedagang, Kapolda Maluku Utara, Irjen (Pol) Risyapudin Nursin yang memantau langsung Unras BBM jilid III di PT Pertamina, berinisiatif memborong dagangan warga.

Risyapudin juga menginstruksikan pada seluruh Pejabat Utama (PJU) Polda Malut untuk dibagikan ke mahasiswa, ikan dan kue takjil yang telah dibelinya.

“Sudah saya instruksikan, supaya dagangan pedagang agar diborong sampai habis, untuk dibagikan,” ungkapnya.

Jenderal bintang dua ini bilang, satu orang JPU Polda Maluku Utara, wajib memborong satu tempat jualan takjil.

“Satu pejabat nanti wajib untuk habiskan dagangan pedagang untuk 1 kios, ini instruksi,” pungkasnya. (Shl)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.