Baznas Ternate Gelar Pembayaran ZIS dan DSKL

TERNATE, MALUTTODAY.com – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Ternate melaksanakan kegiatan pembayaran zakat, infaq dan sedekah (ZIS) serta dana sosial keagamaan lainya (DSKL). Kegiatan ini berlangsung di aula kantor wali kota Ternate, di jalan Pahlawan Revolusi, Kelurahan Muhajirin, Kecamatan Ternate Tengah, Kamis (21/4/2022).

Kegiatan ini dihadiri para kepala SKPD Pemkot Ternate, instansi vertical serta para perwakilan dari perusahaan swasta dan BUMN, Basarnas, Lanal dan para perwakilan perguruan tinggi.

“Zakat adalah perintah agama dan menjadi rukun Islam. Zakat tidak bisa dipisahkan dari shalat dan puasa. Orang yang mengeluarkan zakat maka hubungannya dengan Allah semakin kuat dan hubungan dengan sesama manusia akan semakin baik,” kata Ketua Baznas Ternate, Adam Ma’rus.

Adam juga mengatakan, kedepan hendaknya ada kebijakan pemerintah kota untuk menegakkan wajib zakat. Potensi zakat di Kota Ternate mencapai Rp 80 miliar. Namun sejak Baznas ada di Kota Ternate sekitar 5-6 tahun, baru terkumpul sekitar Rp 3 miliar per tahun.

“Mari kita bersinergi, Baznas dan seluruh komponen pemerintah dan swasta di daerah ini, untuk memaksimalkan pengumpulan zakat, infaq dan sedekah. Dengan acara ini diharapkan bisa menjadi contoh bagi masyarakat,” kata Adam.

Ia menambahkan, dengan zakat ini diharapkan bisa membantu program pemerintah kota, dalam hal meningkatkan kesejahteraan dan pemberdayaan masyarakat.

Sementara itu, Asisten I Muhdar Din yang mewakili Pemerintah Kota Ternate mengatakan zakat didasarkan pada perintah Allah agar mengambil sebagian harta dari seorang muslim, ada hak orang lain dalam setiap harta kita.

“Ada dua hal yg penting, yakni kepercayaan masyarakat terhadap Baznas dalam mengelola zakat, infaq dan sedekah mereka,” terang Muhdar.

Menurutnya, harus ada regulasi untuk memperkuat kedudukan, tugas dan fungsi Baznas serta memperkuat kewajiban masyarakat terutama mereka yang wajib zakat untuk menyalurkan zakatnya ke Baznas.

“Baznas perlu mengoptimalkan data mustahik dan muzaki, agar pengumpulan dan penyaluran zakat tepat sasaran sesuai dengan perintah Allah di dalam Al-quran,” pungkasnya. (Dickhy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *