Polisi Tetapkan 11 Tersangka Pengeroyok Karyawan di Lelilef, 9 Diantaranya Masih Dibawah Umur

HALTENG, MALUTTODAY.com – Kepolisian Resort (Polres) Halmahera Tengah (Halteng), menetapkan 11 orang tersangka dalam kasus pengeroyokan yang mengakibatkan tewasnya Aditya Febrianto (32), karyawan perusahaan pengembang kawasan industri, 9 diantaranya masih dibawah umur.

Dalam konferensi pers, Selasa (19/4/2022) Kapolres Halteng AKBP Moh. Zulfikar Iskandar mengungkapkan, dalam pengeroyokan tersebut, yang mengakibatkan Aditya meninggal dunia, namun 4 orang temannya juga mengalami luka-luka, karena ikut dikeroyok.

“Tersangka LS bersama rekan-rekannya datang dan menghampiri korban Aditya Febrianto dan 4 rekannya yang sedang duduk-duduk di sebuah tempat duduk di samping toko atau gudang semen yang berada di Desa Lelilef Woebulen, Kecamatan Weda Tengah, sekitar pukul 02:30 dini hari,” ungkap Moh. Zulfikar.

Tanpa banyak tanya tersangka LS dan beberapa rekan-rekannya langsung memukul korban Aditya Febrianto dan teman korban, yakni  Sabrin Nur, Sahrul, Fatur Rahman Auwali, dan Nabil Hi. Djen Farid Attamimi, hingga korban Aditya Febrianto.

Akibatnya Aditya Febrianto, mengalami luka-luka dan setelah dibawa ke Puskesmas Lelilef beberapa jam setelah mendapat perawatan korban langsung meninggal dunia. Sedangkan rekannya yang lain mengalami luka-luka.

Langkah-langkah yang telah dilakukan oleh kepolisian resort Halteng dalam hal ini penyidik melakukan pemeriksaan para saksi-saksi,sebanyak 4 orang saksi yang menjadi korban 6 orang saksi yang berada di TKP.

Zulfikar mengatakan dari hasil proses pemeriksaan dan alat bukti yang didapat maka ditetapkan 11 orang pelaku antara lain, 5 orang pelaku pengeroyok korban Aditya Febrianto, yakni lS (16), AA (16), AS (16), NB (18), II (17).

Kemudian 6 orang pelaku lainnya selaku pengeroyok 4 korban lainnya yang mengalami luka-luka antara lain, LG (14) F (anak dibawah umur) ACI/A( anak di bawah umur) AJK (15) A (anak di bawah umur) RS (15).

”Adapun barang bukti (BB) yang diamankan, 2 (dua) balok kayu lata ukuran 5×5 cm dengan panjang kurang lebih 90 cm yang ada bercak darah, 1 (satu) balok kayu lata ukuran 5×10 cm dengan panjang kurang lebih 80 cm, yang ada bercak darah,” kata Zulfikar.

Rencana tindak lanjut yang diambil kepolisian dan berkoordinasi dengan  mengirim SPDP dan koordinasi dengan JPU, koordinasi dengan Bapas karena sebagian tersangka anak dibawah umur.  

“Adapun pasal yang disangkakan pada kasus ini diduga melanggar pasal 170 Ayat (2) ke-3 dan Ke-1 KUHP, Jo UU Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.bunyi  Pasal 170 Ayat (2) ke-3 KUHP, dengan ancaman penjara paling lama 12 tahun untuk korban meninggal dan 7 Tahun, korban Luka-luka, “ pungkasnya.

Sebelumnya tindak pidana pengeroyokan mengakibatkan kematian  yang dilakukan oleh tersangka LS (tsk anak di bawah umur) dan kawan – kawan yang terjadi pada Sabtu (16/4/2022), sekitar pukul 02.30 Wit bertempat di samping toko atau gudang semen yang berada di Desa Lelilef Woebulen, Kecamatan Weda Tengah, Kabupaten Halmahera Tengah.

Kesebelas tersangka langsung mengeroyok para korban menggunakan balok, pengeroyokan itu menyebabkan Aditya meninggal dunia akibat luka yang dideritanya, sedangkan empat rekannya terluka dan harus mendapat perawatan medis.

AF ditemukan tak sadarkan diri pada sabtu (16/4) dini hari di tepi jalan Desa Lelilef Woebulen, Kecamatan Weda Tengah. Aditya sempat mendapat perawatan medis di puskesmas Lelilef sebelum menghembuskan napas terakhir beberapa jam kemudian. (Ril/DIckhy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *