Aksi Jilid II Tolak Kenaikan BBM di Ternate Berakhir Ricuh

TERNATE, MALUTTODAY.com – Ribuan mahasiwa di Kota Ternate, melakukan unjuk rasa jilid II penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), kenaikan harga sembako dan penolakan wacana presiden 3 periode.

Ribuan mahasiwa yang melakukan unjuk rasa di jalan jalur menuju bandara Sultan Babullah Ternate berakhir ricuh.

Sesuai pantauan wartawan, awalnya ribuan massa aksi menyampaikan tuntutannya tiba-tiba adanya massa aksi yang sengaja melempar ke arah petugas.

Hujan batu mengarah kepada petugas TNI-Polri yang mengawal berjalannya unjuk rasa jilid II.

Pihak kepolisian langsung melepaskan tembakan gas air mata kepada ribuan masa aksi.

Masa aksi belum membubarkan diri, malah terus melempari petugas dengan batu. Dari peristiwa tersebut beberapa mahasiwa diamankan ke Mako Brimob karena melempar petugas.

Kapolda Maluku Utara Irjen Pol Risyapudin pun langsung turun ke lokasi, untuk mengecek langsung pasca-terjadinya kericuhan.

Mengecek di dua ruas jalan terdapat banyaknya kendaraan roda dua yang diparkir, Risyapudin memerintahkan anggotanya untuk mengamankan ratusan kendaraan di Mako Brimob.

“Seluruh kendaraan yang parkir di bahu jalan ini diamankan di Mako Brimob Polda,” jelas salah satu petugas kepada wartawan.

Terpisah, Kabid Humas Polda Maluku Utara, Kombes Pol Michael mengatakan setiap mahasiswa yang merasa kendaraannya dibawa anggota, bisa diambil di Mako Brimob dengan membawa kelangkapan surat-surat kendaraan.

“Nanti mereka mau ambil harus tunjukan surat-surat kendaraan,” jelasnya.

Aksi Mahasiswa di Depan Kantor Wali Kota

Kericuhan juga terjadi di depan kantor wali kota Ternate pada Senin (18/04/2022) sore. Kericuhan ini dipicu sejumlah mahasiswa yang sengaja menarik blokade kawat duri yang di pasang polisi. Selain itu, juga terjadi pelemparan ke arah petugas.

Pembubaran paksa oleh polisi juga dilakukan karena batas menyampaikan pendapat di muka umum, yakni pukul 18.00 Wit telah berakhir.

Mahasiswa yang melakukan perlawanan didesak mundur oleh polisi. Sehingga terjadi aksi kejar-kejaran. Untuk menghalau massa aksi, polisi beberapakali melepaskan tembakan gas air mata dan water cannon. Sebanyak 36 mahasiswa diamankan dalam aksi ini.

“Mahasiswa dari awal memang memancing-mancing terus. Tapi alhamdulillah dapat kita kendalikan hingga jam terakhir. Belum mau bubar makanya kita bubarkan karena melakukan penyerangan pada petugas,” kata Kapolres Ternate, AKBP Andik Purnomo Sigit. (Shl/Dickhy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.