Usai Lebaran, 3 Orang Ditetapkan Tersangka Kasus Tambatan Perahu di Loloda

HALUT, MALUTTODAY.com – Setelah hari Raya Idul Fitri, tim penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Halmahera Utara, akan menetapkan status tersangka kasus dugaan korupsi proyek tambatan perahu di Desa Dagasuli, Kecamatan Loloda Kepulauan.

Tak hanya menetapkan tersangka, yang lebih dua orang ini, penyidik juga melakukan penahanan terhadap orang yang dianggap harus bertanggung jawab terhadap proyek pada tahun anggaran 2016 senilai Rp 1,2 miliar lebih Dinas Perhubungan (Dishub) setempat.

Dalam kasus tersebut BPKP Maluku Utara telah melakukan perhitungan kerugian negara, dan benar adanya ditemukan kerugian negara mencapai ratusan juta rupiah.

Kasi Pidsus Kejari Halmahera Utara, Eka J Hayer kepada wartawan mengatakan sesuai jadwal penyidik yang dirinya terima, pasca-lebaran tim mulai melakukan penindakan.

“Sejauh ini kami juga talah mengantongi calon-calon tersangka, meski demikian kami belum bisa mengungkapkannya nanti sesuai jadwal pasti akan disampaikan,” jelas Eka, Kamis (14/04).

Mantan Kasi Pidsus Kejari Halmahera Tengah ini bilang, untuk nama-nama calon tersangka sudah tim penyidik sudah kantongi dan dipastikan lebih dari dua orang.

“Hasil perhitungan kerugian negara dari BPK sudah kami terima, ahli kami juga sudah melakukan pemeriksaan, dokumen berkas kami juga sudah siapkan. tinggal kami menentukan sikap, calon tersangka lebih dari dua,” pungkasnya. (Shl)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.