Warga Desa Busua Berburu Sinyal Seluler, Harus Lewati Gunung Sejauh 2 Kilometer

HALSEL, MALUTTODAY.com – Pasca-robohnya tower mini Base Transceeiver Stasion (BTS) Desa Busua, Kecamatan Kayoa Barat, Kabupaten Halmahera Selatan beberapa bulan lalu, hingga kini belum ada perbaikan. Akibatnya, warga hidup terisolir dan tidak bisa mengakses sinyal seluler.

Untuk mendapatkan sinyal seluler dan internat, warga harus rela berjalan kaki sejauh dua kilo meter, dari desa menuju pegunungan, baru mendapatkan sinyal, itu pun sinyal yang didapatkan tidak maksimal.

“Kami sulit mendapatkan jaringan (sinyal) telekomunikasi, kalau pun tong (kami) dapat jaringan, harus bajalan kaki dari kampung naik ke gunung itu jaraknya 2 kilo meter, baru dapat jaringan dari Dorolamo, itu juga jaringan tidak maksimal. Apalagi saya setiap bulan harus buat laporan di kantor dan menghubungi keluarga,” ujar Ata warga Desa Busua, kepada Maluttoday, melalui pesan singkat WhatsApp, Rabu (13/4/2022).

Ata mengatakan, saat ini pihak terkait yang menangani tower belum melakukan perbaikan, meski aparat sesa sudah melaporkan adanya tower yang roboh. “Sampai sekarang jaringan di Busua ini tidak ada perbaikan sama sekali,” singkatnya.

Ia berharap pada pemerintah agar segera melakukan perbaikan tower yang roboh, agar masayarakat bisa mengakses kembali sinyal seluler.

“Kami berharap pemerintah atau instansi terkait bisa secepatnya melakukan perbaikan atau mencari solusi lain, sehingga masyarakat bisa mendapatkan jaringan, untuk bisa berkomunikasi dengan keluarga atau pun urusan pekerjaan,” harapnya.

Perlu diketahui, pada Senin (21/2/2022) lalu sekitar pukul 14.00 Wit, hujan deras dan angin kencang mengakibatkan satu-satunya tower BTS mini dengan ketinggian sekitar 32 meter di Desa Busua roboh dan patah di ketinggian 10 meter. (Dickhy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.