Supir Angkot di Kota Ternate Mogok, Tuntut Kenaikan Tarif


TERNATE, MALUTTODAY.com — Persatuan supir angkutan umum Kota Ternate menggelar aksi mogok. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes kepada Pemerintah Kota Ternate karena belum adanya penetapan tarif baru angkutan kota (angkot), yang beroperasi dalam wilayah Kota Ternate.

Para sopir ini menilai perlu dilakukan penyesuaian harga angkutan umum, karena harga BBM, seperti pertamax yang cukup mahal, bahkan pertalite pun rencana dihapus.

“Tuntutan kami, tarif angkot harus dinaikan sebelum bulan Ramadan, karena harga BBM seperti Pertamax mahal. Sedangkan Pertalite pasokan di SPBU terbatas,” ujar Koordinator Supir Angkutan Umum Wilayah Tengah, Ilham Barakati, Senin (23/3/2022).

Ilham mengatakan, rencana pemerintah akan menghapus BBM jenis Pertalite, ini kan juga berdampak sehingga mengaharuskan supir angkot harus beralih ke pertamax dengan harga jual saat ini di angka Rp 9.000-an.

“Rencana pemerintah akan menghilangkan Pertalite. Sedangkan Pertamax mahal Rp 9.200 per liter, sehingga tarif angkot juga harus dilakukan penyesuaian 50 persen dari tarif saat ini, yaitu Rp 5.000,” terang Ilham.

Terpisah, Dinas Perhubungan Kota Ternate merespons aksi mogok para supir, secara langsung turun ke terminal dan bertemu dengan perwakilan Organda Kota Ternate dan melakukan dialog.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Ternate, Fachrul Rozy mengatakan kenaikan tarif angkot sebenarnya sudah dibicarakan dengan DPRD pekan kemarin dan Dishub berencana melakukan pertemuan dengan para sopir awal pekan ini.

“Sebenarnya hari ini kami akan mendistribusikan undangan kepada supir terkait pelaksanaan rapat penentuan tarif, tetapi para supir sudah terlanjur melakukan aksi mogok. Jam 9 tadi kami menunggu koordinatornya tetapi baru jam 11 kita ketemu pasca-aksi itu,” ujar Fachrul.

Menurutnya, wajar bila sopir melakukan aksi mogok, pasalnya tarif angkot yang berlaku saat ini ditentukan berdasarkan besaran harga BBM jenis premium, yang tak lagi terdistribusi di Kota Ternate. Itu memaksa supir angkot di Ternate harus beralih ke Pertalite, bahkan Pertamax yang cenderung lebih mahal.

“Besok kami laksanakan rapat kenaikan tarif, dari situ nanti ada penerbitan berita acara dan diikuti dengan surat keputusan (SK) Kenaikan tarif dari wali kota Ternate,” pungkasnya. (Dickhy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *