Kajati Maluku Utara Sebut Laporan Proyek Swakelola di Tidore Belum Jelas

TERNATE, MALUTTODAY.com – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Maluku Utara, Dade Ruskandar mengungkapkan laporan pekerjaan kasus dugaan korupsi paket pekerjaan swakelola fisik jalan nasional di Kota Tidore Kepulauan, belum jelas.

Langkah tegas itu untuk memberikan kepastian hukum dalam penanganan kasus, termasuk kasus tersebut dengan pagu anggaran Rp 3,1 miliar. Anggaran proyek tersebut telah dicairkan Rp 2,2 miliar, sedangkan pekerjaan di lokasi belum berjalan.

Dade Ruskandar kepada wartawan mengatakan dalam progres pekerjaan yang baru dikerjakan ini, dirinya mengaku tidak tahu siapa saja yang turun ke lokasi dalam pelaksana pekerjaan tersebut.

“Dari laporan dari Balai, saya belum temukan tim yang turun ke lokasi dari balai itu siapa, belum jelas. Berita acara hasil penelitian siapa juga belum jelas, jadi laporan yang kita terima itu baru hasil rapat,” ucap Dade, Kamis (24/03).

Dade menambahkan, mengenai laporan dari Balai sudah sekian persen dikerjakan, siapa saja yang turun ke lokasi pekerjaan, karena beberapa waktu lalu tim turun ke lokasi sedang dikerjakan.

“Karena disaat kita turun itu sedang dikerjakan. Laporan hasil kegiatan mereka tulis, tapi berita acara siapa yang mengerjakan itu tidak ada. Dan sekarang kita lagi minta,” akunya.

Dade bilang, pihaknya akan memanggil dan periksa kembali, untuk mempertanyakan siapa saja yang turun ke lapangan, dan siapa saja yang memerintahkan.

“Kita akan panggil lagi dan periksa, tanyakan siapa yang turun ke lapangan, siapa yang perintah, mana berita acaranya di lapangan itu harus ada. Bukan berita acara rapat, ini akan kita periksa lagi,” tegasnya.

Sekedar diketahui, tim penyelidik Kejati Maluku Utara, sudah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, termasuk Kasatker KSPD-TP Muhamad Idham Pora, PPK KSPD-TP Muhammad Sale dan Kepala Seksi (Kasi) Preservasi BPJN Maluku Utara, Jufri. (Shl)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.