Dikelilingi 4 Provinsi Besar, Maluku Utara Rentan Masuk Narkoba

TERNATE, MALUTTODAY.com – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Maluku Utara, Brigjen Pol Winsu Handoko mengatakan, Maluku Utara sangat berpotensi masuknya narkoba. Semua jalur yang ada di Provinsi Maluku Utara baik laut, darat, bahkan melalui udara itu berpotensi.

“Apalagi kita lihat wilayah geografi, Provinsi Maluku Utara mayoritas laut dibanding daratan, termasuk juga ada sekitar 1.000 lebih pulau. Sehingga itu sangat memungkinkan narkoba masuk, karena apa Maluku Utara di keliling 4 provinsi besar, yaitu Provinsi Sulut, Sulteng, Maluku dan Papua Barat. Mobilitas kapal lewat baik dari Manado, Ambon, Sulteng dan Papua Barat. Tiap hari lalulintas kapal masuk ke Maluku Utara, sehingga berpotensi sekali, narkotika dibawa melalui kapal dan jalur-jalur yang lain,” ungkap Wisnu kepada wartawan usai melaksanakan ulang tahun BNN ke 20 yang digelar secara virtual di kantor BNNP Maluku Utara, Selasa (22/3/2022).

Lanjut Wisnu, dari sekian banyak kasus narkoba yang berhasil diungkap masuk ke Maluku Utara, rata-rata ganja.
Kemudian yang kedua adalah sabu-sabu dan 3 salah satu jenis narkoba yang baru new psychoactive substances (NPS).

“Yang masuk ke Provinsi Maluku Utara adalah jenis ganja gorilla, itu ganja sintesis yang dibuat oleh jaringan narkotika,” kata Wisnu.

Selain itu, kata Wisnu, perkembangan kasus di Maluku Utara, tahun 2021 telah berhasil mengungkap sebanyak 13 kasus dengan barang bukti 3 kilogram dan sabu sekitar 35 gram. Sementara di tahun 2021 sejak awal Januari telah berhasil menangkap tersangka yang saat ini sedang menjalani masa hukuman di Lapas Ternate, dengan barang bukti 17 paket.

“Yah, tentunya ini akan kami kembangkan karena memang tersangka yang kita tangkap pada bulan Januari itu memang tersangkanya ada di lembaga pemasyarakatan yang sedang menjalani masa hukuman, Insyah Allah dalam waktu dekat ini akan segera di P21–kan,” cetusnya. (Dickhy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.