Polda Maluku Utara Tahan 4 Tersangka Dugaan Korupsi Bendungan Irigasi Sula

TERNATE, MALUTTODAY.com – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku Utara, menahan empat tersangka kasus dugaan korupsi pada proyek pembangunan bendungan dan irigasi senilai Rp 9,8 miliar tahun 2020 di Kabupaten Kepulauan Sula.

Keempat tersangka, yakni Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kepulauan Sula, Moh Lutfi Kader, Sekretaris PUPR, Maskur, Direktur PT Amarta Maha Karya Razak Karim alias Razak dan Pelaksana Pekekerjaan Fredi Parengkuan.

Fredi Parengkuan diketahui merupakan anggota DPRD Kepulauan Sula dari Fraksi Partai Demokrat.

Informasi yang diterima wartawan, awalnya penyidik telah melakukan penahanan terhadap tiga orang tersangka.

Untuk Direktur PT Amarta dijadwalkan hari ini, dijadwalkan pemeriksaan dan langsung dilakukan penahanan, karena sebelumnya ia beralasan sedang sakit.

Kabid Humas Polda Maluku Utara, Kombes Pol. Michael Irwan Thamsil ketika dikonfirmasi wartawan membenarkan hari ini empat tersangka kasus dugaan korupsi telah ditahan.

“Tiga orang tersangka sudah ditahan, dan hari ini satu tersangka,” ucap Michael, Senin (07/02).

Mantan Dirreskrimus Polda Sulawesi Utara ini bilang, keempat tersangka ini ditahan di dalam rumah tahanan (Rutan) Polres Ternate. “Mereka ditahan di Rutan Polres, selama 20 hari kedepan,” pungkasnya. (Shl)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.