Ditetapkan Sebagai Tersangka Korupsi Dana Hibah Panwaslu Halut, 2 Orang Ditahan Jaksa

TERNATE, MALUTTODAY.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Halmahera Utara, Maluku Utara menetapkan dua orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) tahun 2015 dan 2016.

Dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) senilai Rp 4,8 miliar.

Kedua dua orang yang ditetapkan tersangka, yakni SH selaku mantan sekretaris Panwaslu dan GM selaku Bendahara Panwaslu, langsung dilakukan penahanan selama 20 hari di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tobelo, Jumat (21/01) kemarin.

Informasi yang dihimpun media ini, sebelum dilakukan penetapan tersangka dan dilakukan penahanan, tim penyidik diketuai Kasi Pidsus Kejari Halmahera Utara, Eka Yakob Hayer melakukan gelar perkara.

Kasi Intel Kejari Halmahera Utara, Ridzky Septriananda mengatakan kedua orang ini ditetapkan sebagai tersangka mereka diduga melakukan tindak pidana penyelewengan dana hibah Panwaslu.

“Dalam kasus tersebut merugikan negara sebesar Rp 1.365.861.596,” jelas Ridzky, melalui rilis yang diterima, Sabtu (22/01).

Ridzky menambahkan, tim penyidik telah melakukan penahanan terhadap kedua tersangka setelah tim berhasil mengumpulkan minimal dua alat bukti dan kerugian negara yang timbul.

“Para tersangka ditahan untuk waktu 20 hari kedepan guna melengkapi administrasi berkas perkara supaya dapat untuk segera dilimpahkan ke persidangan,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, sebelumnya penyidik Kejari Halmahera Utara, telah menetapkan tiga orang tersangka, yakni MB sebagai Ketua Panwaslu, SH selaku mantan sekretaris Panwaslu dan GM selaku Bendahara Panwaslu.

Ketiga tersangka tidak terima dan melakukan prapreadilan di Pengadilan Negeri Tobelo. Dalam sidang pembacaan putusan Senin (26/04/2021) lalu, majelis hakim mengabulkan semua permohonan pemohon dan menyatakan penetapan tersangka bagi para pemohon batal demi hukum.

Tidak berselang lama Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Halmahera Utara menerbitkan surat perintah penyidikan (Sprindik) baru dengan nomor Sprindik nomor 01/Q.2.12/Fd.1/05/2021, diterbitkan pada Selasa (18/5/2021). (Shl)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *